Pasar Saham Berguncang, Potensi Kompromi Tarif AS Dengan Kanada dan Meksiko
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
05 Mar 2025
82 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Volatilitas pasar saham meningkat akibat ketidakpastian terkait kebijakan tarif.
Pernyataan dari pejabat pemerintah dapat mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan.
Investor harus berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah situasi perdagangan yang tidak menentu.
Pasar saham di Asia diperkirakan akan mengalami lebih banyak volatilitas setelah Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah Trump mungkin akan mengurangi beberapa tarif yang menyebabkan penjualan besar-besaran di pasar global. Meskipun indeks S&P 500 turun 1,2%, saham AS mengalami pemulihan di akhir perdagangan setelah Lutnick memberikan harapan akan adanya kompromi dengan Kanada dan Meksiko. Namun, ketidakpastian mengenai perang dagang yang dipimpin Trump membuat pasar saham berfluktuasi dengan cepat.
Investor mulai mempertanyakan apakah ada batasan di mana Trump akan mengubah kebijakannya jika pasar saham mengalami penurunan yang signifikan. Beberapa analis percaya bahwa tarif ini lebih merupakan taktik negosiasi daripada awal dari perang dagang yang berkepanjangan. Sementara itu, sentimen terhadap laba perusahaan di S&P 500 menjadi sangat negatif, meskipun laporan laba kuartal keempat menunjukkan hasil yang kuat. Para investor disarankan untuk tidak membuat keputusan investasi yang drastis saat situasi ini masih tidak jelas.
Analisis Ahli
Tom Essaye
Menyoroti bahwa pasar saham adalah cara Trump mengukur keberhasilan kebijakan, dan kemungkinan akan ada batas penurunan pasar yang membuat pemerintah mengubah kebijakan tarif.Clark Geranen
Mengingatkan bahwa sulit membuat keputusan investasi hanya berdasarkan berita tarif dan menganggap tarif saat ini sebagai taktik negosiasi jangka pendek.Jonathan Krinsky
Memperkirakan kemungkinan pasar mengalami pola pemulihan 'W-shaped' dengan pengujian ulang level terendah setelah bounce dari moving average 200 hari.Andrea Ferrario
Mengamati bahwa kekhawatiran perlambatan ekonomi lebih terasa di AS dibandingkan pasar luar negeri, sehingga peluang pasar internasional untuk mengungguli pasar AS terbuka.