Euro dan Bitcoin Menguat Saat Eropa Dorong Perdamaian Ukraina dan AS Umumkan Cadangan Kripto
Bisnis
Ekonomi Makro
03 Mar 2025
65 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Euro dan sterling mengalami kenaikan seiring dengan upaya perdamaian di Ukraina.
Tarif perdagangan yang diusulkan mungkin tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.
Harga Bitcoin melonjak setelah pengumuman dari Donald Trump mengenai cryptocurrency.
Euro menguat dari posisi terendah 2,5 minggu terhadap dolar AS pada hari Senin, sementara poundsterling juga mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi setelah Eropa memimpin upaya baru untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Dolar Kanada dan peso Meksiko juga naik setelah Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa tarif yang akan diberlakukan mungkin tidak mencapai 25% penuh. Bitcoin juga melonjak mendekati Rp 1.59 miliar ($95,000) setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa token tersebut akan dimasukkan dalam cadangan cryptocurrency strategis baru.
Sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru juga mengalami kenaikan setelah mencapai titik terendah dalam sebulan. Dolar AS sedikit melemah, dan yuan China juga menguat. Analis memperkirakan bahwa dolar AS akan kembali menguat minggu ini karena ketegangan perdagangan yang meningkat. Bitcoin sempat turun ke Rp 1.31 miliar ($78,273) tetapi kemudian bangkit kembali setelah berita tentang rencana Trump.
Analisis Ahli
Tapas Strickland
Momentum Eropa dalam proses perdamaian Ukraina menjadi faktor utama penguatan euro saat ini, meski risiko pasar tetap ada.Scott Bessent
Dorongan untuk Kanada agar ikut menerapkan tarif serupa dengan Meksiko menunjukkan negosiasi perdagangan yang kompleks dan dinamis di antara mitra dagang AS.Commonwealth Bank of Australia
Perang dagang yang terus meningkat menandakan bahwa puncak tarif belum tercapai sehingga pasar harus bersiap terhadap eskalasi tarif dan ketidakpastian lebih lanjut.