Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

British Airways Tolak Biaya Mahal Pembangunan Landasan Ketiga Heathrow

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
01 Mar 2025
208 dibaca
1 menit
British Airways Tolak Biaya Mahal Pembangunan Landasan Ketiga Heathrow

Rangkuman 15 Detik

IAG menolak untuk mendanai landasan ketiga di Heathrow dengan model biaya saat ini.
Gatwick memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas penumpang, tetapi tidak akan menjadi hub utama bagi BA.
Permintaan untuk penerbangan premium tetap kuat, meskipun permintaan korporat belum pulih sepenuhnya.
Pemilik British Airways, International Airlines Group (IAG), menolak untuk mendanai pembangunan landasan ketiga di Heathrow yang diperkirakan memerlukan biaya £20 miliar. CEO IAG, Luis Gallego, mengatakan bahwa meskipun mereka mendukung ekspansi Heathrow, biaya yang sudah tinggi membuat investasi tersebut tidak terjangkau. Heathrow saat ini adalah bandara termahal di dunia, dan biaya yang dibayar oleh maskapai penerbangan di sana dua kali lipat dibandingkan dengan bandara di Amsterdam, Paris, atau Madrid. IAG bersama dengan Virgin Atlantic dan American Airlines meminta peninjauan terhadap model pendanaan Heathrow yang diatur oleh Otoritas Penerbangan Sipil. Gallego juga menunjukkan dukungannya untuk mengubah jalur pendaratan darurat di Gatwick menjadi landasan penuh waktu, yang dapat meningkatkan kapasitas penumpang dari 44 juta menjadi 80 juta. Namun, dia menekankan bahwa Gatwick bukanlah hub utama dan pengembangan harus tetap fokus di Heathrow. Meskipun ada tantangan seperti kebisingan pesawat dan masalah dengan mesin Rolls-Royce yang membatasi jumlah pesawat jarak jauh, IAG tetap berencana untuk memperluas rute penerbangan, terutama jika situasi di Ukraina membaik.

Analisis Ahli

Luis Gallego
Ekspansi Heathrow harus dilakukan dengan model yang terjangkau supaya investasi bisa berhasil dan maskapai tetap kompetitif.
Sean Doyle
Strategi dual hub antara Heathrow dan Gatwick tidak berhasil dan perlu pendekatan pengembangan kapasitas yang realistis.
Rachel Reeves
Pendanaan perlu melalui kontribusi berkelanjutan dari maskapai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur bandara.