AI summary
IAG menolak untuk mendanai landasan ketiga di Heathrow dengan model biaya saat ini. Gatwick memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas penumpang, tetapi tidak akan menjadi hub utama bagi BA. Permintaan untuk penerbangan premium tetap kuat, meskipun permintaan korporat belum pulih sepenuhnya. Pemilik British Airways, International Airlines Group (IAG), menolak untuk mendanai pembangunan landasan ketiga di Heathrow yang diperkirakan memerlukan biaya £20 miliar. CEO IAG, Luis Gallego, mengatakan bahwa meskipun mereka mendukung ekspansi Heathrow, biaya yang sudah tinggi membuat investasi tersebut tidak terjangkau. Heathrow saat ini adalah bandara termahal di dunia, dan biaya yang dibayar oleh maskapai penerbangan di sana dua kali lipat dibandingkan dengan bandara di Amsterdam, Paris, atau Madrid. IAG bersama dengan Virgin Atlantic dan American Airlines meminta peninjauan terhadap model pendanaan Heathrow yang diatur oleh Otoritas Penerbangan Sipil.Gallego juga menunjukkan dukungannya untuk mengubah jalur pendaratan darurat di Gatwick menjadi landasan penuh waktu, yang dapat meningkatkan kapasitas penumpang dari 44 juta menjadi 80 juta. Namun, dia menekankan bahwa Gatwick bukanlah hub utama dan pengembangan harus tetap fokus di Heathrow. Meskipun ada tantangan seperti kebisingan pesawat dan masalah dengan mesin Rolls-Royce yang membatasi jumlah pesawat jarak jauh, IAG tetap berencana untuk memperluas rute penerbangan, terutama jika situasi di Ukraina membaik.
Penolakan IAG terhadap model tarif Heathrow menandakan kegagalan regulasi yang terlalu menekan maskapai dan melemahkan daya saing bandara utama Inggris. Solusi jangka panjang harus melibatkan kolaborasi pemerintah dan industri untuk membangun struktur pembiayaan yang adil dan berkelanjutan agar ekspansi infrastruktur udara tidak terhambat.