Bybit Tawarkan Hadiah Rp 2.34 triliun ($140 Juta) untuk Lacak Pencurian Kripto Terbesar
Finansial
Mata Uang Kripto
27 Feb 2025
135 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bybit mengalami peretasan besar yang mengakibatkan pencurian $1,4 miliar.
Perusahaan menawarkan bounty untuk melacak dan membekukan dana yang dicuri.
Penyelidikan menunjukkan bahwa peretasan terkait dengan kelompok peretas yang didukung oleh Korea Utara.
Minggu lalu, peretas mencuri sekitar Rp 23.38 triliun ($1,4 miliar) dalam bentuk cryptocurrency Ethereum dari bursa crypto Bybit, yang dianggap sebagai pencurian crypto terbesar dalam sejarah. Untuk membantu melacak dan membekukan dana yang dicuri, Bybit menawarkan total hadiah sebesar Rp 2.34 triliun ($140 juta) . CEO Bybit, Ben Zhou, mengumumkan hadiah ini dan menjelaskan bahwa setiap kali seseorang berhasil melacak dan membekukan sebagian dari dana yang dicuri, mereka akan mendapatkan 5% dari jumlah tersebut. Hingga saat ini, Bybit telah memberikan hadiah sebesar Rp 70.64 miliar ($4,23 juta) kepada lima pemburu hadiah yang berhasil.
Zhou juga menyebutkan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai kelompok peretas yang dikenal sebagai Lazarus, yang diduga didukung oleh pemerintah Korea Utara, ditangkap. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa serangan tersebut berasal dari kode jahat yang masuk melalui platform dompet crypto bernama SafeWallet. Dua perusahaan keamanan yang menyelidiki, Sygnia Labs dan Verichains, menemukan bahwa peretas berhasil masuk ke perangkat seorang pengembang di SafeWallet.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Upaya pelacakan dana hasil peretasan crypto seharusnya menggunakan pendekatan forensic blockchain analytics yang sangat canggih, karena peretas kini semakin pintar menyembunyikan jejaknya.Mikko Hypponen
Serangan ini menunjukkan bahwa ancaman siber yang didukung negara sangat real dan kripto perlu memperkuat keamanan infrastruktur dan integrasinya dengan wallet pihak ketiga.

