AI summary
ChatGPT memiliki fitur baru yang berfokus pada produktivitas, tetapi masih memiliki banyak kekurangan. Pengguna dapat mengatur pengingat dan tugas, tetapi sistemnya tidak terorganisir dengan baik. Fitur Operator menunjukkan potensi AI untuk menyelesaikan tugas, meskipun masih ada batasan dalam pelaksanaannya. Dalam beberapa minggu terakhir, penulis menerima notifikasi harian dari ChatGPT yang berisi instruksi untuk latihan tubuh selama 20 menit dan meditasi selama 10 menit. Meskipun penulis menghargai pengingat tersebut, ia merasa bosan karena instruksinya selalu sama. OpenAI telah menambahkan fitur baru di ChatGPT, seperti Tasks untuk membuat daftar tugas dan pengingat, serta Operator yang berfungsi untuk menyelesaikan tugas secara otomatis. Namun, penulis menemukan bahwa meskipun fitur ini menarik, ChatGPT masih memiliki banyak kekurangan dalam mengelola tugas.Penulis mencoba menggunakan ChatGPT sebagai aplikasi produktivitas, tetapi menemukan bahwa menambahkan tugas terlalu rumit dan sering kali hasilnya tidak konsisten. Meskipun ChatGPT dapat memberikan saran dan informasi yang berguna, seperti resep atau rekomendasi belanja, ia masih kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang lebih kompleks. Meskipun ada potensi besar untuk pengembangan di masa depan, saat ini sistem produktivitas ChatGPT masih terasa kacau dan sulit digunakan, meskipun tetap memberikan beberapa manfaat.
Meskipun ChatGPT menunjukkan potensi luar biasa sebagai asisten produktivitas, implementasi saat ini masih terlalu terbatas dan membingungkan bagi pengguna biasa yang mengharapkan pengalaman yang mulus. Namun, ini adalah langkah awal yang penting untuk merevolusi cara kita mengatur dan menjalankan tugas sehari-hari dengan bantuan AI yang terus berkembang.