Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peretasan Besar Bybit: Kehilangan Rp 25.05 triliun ($1,5 Miliar) Ether dan Upaya Penarikan Terbatas

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (1y ago) cryptocurrency (1y ago)
23 Feb 2025
293 dibaca
1 menit
Peretasan Besar Bybit: Kehilangan Rp 25.05 triliun ($1,5 Miliar)  Ether dan Upaya Penarikan Terbatas

Rangkuman 15 Detik

Bybit mengalami peretasan besar yang mengakibatkan kehilangan dana klien yang signifikan.
Keamanan dompet dingin dan protokol kustodi sangat penting dalam melindungi aset digital.
Diskusi tentang 'rollback' blockchain menunjukkan tantangan dalam memulihkan dana yang hilang di ekosistem cryptocurrency.
Bursa cryptocurrency Bybit mengalami kerugian besar setelah diretas, dengan total dana keluar mencapai lebih dari Rp 91.85 triliun ($5,5 miliar) . Peretas, yang diduga berasal dari kelompok Lazarus dari Korea Utara, berhasil mencuri sekitar Rp 25.05 triliun ($1,5 miliar) dari dompet dingin ether milik Bybit. Setelah kejadian tersebut, CEO Bybit, Ben Zhou, mengungkapkan bahwa mereka harus segera memproses penarikan dana untuk klien dan mencari pinjaman untuk memenuhi permintaan tersebut. Meskipun mereka memiliki cadangan untuk menutupi penarikan, situasi semakin rumit ketika dompet aman yang digunakan untuk menyimpan dana ditutup sementara. Zhou menjelaskan bahwa mereka harus bekerja keras untuk mengembalikan dana yang dicuri dan berusaha berkomunikasi dengan pihak berwenang serta perusahaan analisis blockchain untuk melacak ether yang hilang. Meskipun ada saran untuk "mengembalikan" blockchain Ethereum agar dana dapat dipulihkan, Zhou menyatakan bahwa hal itu memerlukan kesepakatan dari komunitas dan bisa menyebabkan perpecahan dalam jaringan. Hingga saat ini, penyebab pasti dari peretasan tersebut masih belum jelas, tetapi Zhou menegaskan bahwa mereka sedang menyelidiki masalah ini.

Analisis Ahli

Amanda Gutterman (Crypto Security Analyst)
Insiden ini menggarisbawahi pentingnya audit keamanan berkelanjutan untuk protokol multi-sig dan kolaborasi erat antara bursa dan pengembang wallet dalam merespons ancaman siber secara cepat.