Pasar Asia Diprediksi Turun Setelah Fed Tahan Suku Bunga, Investor Waspada
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
20 Feb 2025
23 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Federal Reserve menunjukkan sikap hati-hati dalam kebijakan suku bunga di tengah inflasi yang tinggi.
Saham di Asia diperkirakan akan terpengaruh oleh pergerakan pasar di AS dan keputusan kebijakan moneter.
Laporan pendapatan dari perusahaan besar seperti Alibaba dan Rio Tinto menjadi fokus utama bagi investor.
Saham di Asia diperkirakan akan turun pada hari Kamis setelah pertemuan Federal Reserve menunjukkan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Di Wall Street, indeks S&P 500 naik 0,2% dan mencapai rekor baru, sementara sektor defensif menunjukkan kinerja yang lebih baik. Data ekonomi yang akan dirilis termasuk pesanan ekspor Taiwan dan inflasi di Hong Kong, serta suku bunga pinjaman di China. Investor juga akan memperhatikan laporan pendapatan dari Alibaba, yang baru-baru ini mengalami lonjakan nilai pasar.
Di pasar komoditas, harga minyak naik karena ketidakpastian pasokan dari Rusia dan OPEC+. Sementara itu, harga emas tetap stabil di bawah rekor tertinggi karena ketegangan geopolitik yang meningkat. Beberapa data ekonomi penting dari AS juga akan dirilis, termasuk klaim pengangguran dan indeks manufaktur.
Analisis Ahli
Peter Boockvar
Fed masih memiliki bias easing, namun akan menunggu sebelum menurunkan suku bunga lagi, dan mempertimbangkan kebijakan terkait pengurangan neraca mereka.