Volatilitas Bitcoin Menurun, Investor Crypto Mulai Was-was Menyikapi Berita Beragam
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Feb 2025
17 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Investor cryptocurrency menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dan tidak bereaksi tajam terhadap berita jangka pendek.
Kontroversi seputar token Libra terus berkembang, dengan keterlibatan tokoh politik.
Perhatian terhadap kebijakan Federal Reserve dapat mempengaruhi pasar cryptocurrency dan aset lainnya.
Investor cryptocurrency saat ini tampaknya mengambil pendekatan "menunggu dan melihat" karena banyaknya berita yang bertentangan. Indeks Volatilitas BTC (DVOL) di bursa opsi Deribit telah menurun sejak 20 Januari, menunjukkan bahwa Bitcoin semakin stabil dan mirip dengan aset tradisional yang lebih aman. Sementara itu, pembayaran kepada kreditor FTX sudah mulai dilakukan, tetapi masalah terkait token Libra semakin rumit, dengan salah satu penciptanya mengklaim telah membeli akses ke lingkaran dalam Presiden Argentina.
Di sisi lain, perusahaan Strategy, pemegang Bitcoin terbesar, berencana mengumpulkan Rp 33.40 triliun ($2 miliar) dengan menjual catatan konversi nol-kupon untuk membeli lebih banyak BTC. Para trader juga memperhatikan hasil rapat suku bunga Federal Reserve yang lalu, terutama terkait dampak tarif yang lebih tinggi. Selain itu, pembicaraan antara AS dan Rusia di Riyadh berusaha untuk mengakhiri perang di Ukraina, meskipun ada ketegangan karena tidak melibatkan perwakilan Ukraina dan Eropa.
Analisis Ahli
Tracy Jin
Bitcoin semakin menyerupai aset komoditas dan instrumen safe-haven dengan reaksi yang lebih stabil terhadap kejutan pasar jangka pendek.

