Pasar Kripto Tertekan Setelah Kegagalan Libra dan Negosiasi AS-Rusia di Riyadh
Finansial
Mata Uang Kripto
14 Feb 2025
232 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pasar cryptocurrency saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian politik dan ekonomi.
Pembayaran kembali FTX kepada kreditornya dapat mempengaruhi likuiditas di pasar.
Investor individu menunjukkan sikap bearish, tetapi ini bisa menjadi indikator kontrarian.
Crypto Daybook Americas adalah ringkasan harian tentang pasar cryptocurrency yang memberikan informasi terbaru dan prediksi untuk hari itu. Dalam 24 jam terakhir, harga bitcoin (BTC) sedikit turun sebesar 0,7%, sementara pasar secara keseluruhan menunjukkan suasana negatif setelah masalah dengan token Libra yang menyebabkan tuduhan penipuan dan panggilan untuk pemecatan Presiden Argentina, Javier Milei. Indeks CoinDesk 20 juga turun sekitar 2,3%. Selain itu, FTX Digital Markets mulai membayar kembali utang kepada kreditornya, dengan total sekitar Rp 267.20 triliun ($16 miliar) , yang bisa mempengaruhi pasar.
Sementara itu, perhatian investor beralih ke ether, dengan ETF yang terdaftar di AS mengalami inflow bersih sebesar Rp 6.56 triliun ($393 juta) bulan ini. Ini terjadi menjelang peningkatan Ethereum yang disebut Pectra, yang diharapkan dapat meningkatkan skalabilitas dan keamanan. Namun, banyak investor individu merasa pesimis karena ancaman perang dagang dan inflasi yang terus berlanjut. Survei menunjukkan bahwa tingkat pesimisme di kalangan investor mencapai titik tertinggi dalam dua tahun, meskipun hal ini sering kali menjadi indikator bahwa pasar bisa berbalik arah.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Pembayaran oleh FTX dapat memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk menggerakkan kembali proyek-proyek utama dalam ekosistem blockchain, namun kepercayaan investor perlu dipulihkan.Lyn Alden
Sentimen bearish dapat bertahan selama ketidakpastian makroekonomi dan ketegangan geopolitik berlanjut, tapi aset kripto seperti ether tetap menunjukkan fundamental kuat.

