AI summary
Inflasi di Inggris diperkirakan akan meningkat tetapi tidak akan menjadi tekanan jangka panjang. Bank of England telah menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keputusan kebijakan moneter di Inggris sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi global dan kebijakan AS. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menyatakan bahwa inflasi di Inggris sedang melambat. Meskipun ada perkiraan kenaikan harga di akhir tahun ini, Bailey percaya bahwa hal tersebut tidak akan menyebabkan tekanan inflasi jangka panjang. Kenaikan inflasi sebagian disebabkan oleh peningkatan harga yang diatur, seperti energi dan air, sementara kondisi ekonomi yang lesu juga berkontribusi untuk menahan inflasi. Dia juga mengungkapkan bahwa Bank of England telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,5% dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai 0,75% pada tahun 2025.Bailey menekankan bahwa meskipun ada risiko inflasi yang meningkat, proses penurunan inflasi akan berlangsung secara bertahap. Dia juga menyebutkan bahwa tarif perdagangan AS dapat mempengaruhi inflasi di Inggris, tergantung pada dampaknya terhadap ekonomi global. Selain itu, Bailey merasa positif dengan rencana implementasi aturan Basel 3.1 di AS, yang berkaitan dengan modal bank, meskipun Bank of England menunda penerapan aturan tersebut di Inggris hingga tahun 2027 untuk menunggu kepastian dari AS.
Pandangan Andrew Bailey sangat realistis dalam menilai kondisi ekonomi yang kompleks dan bergejolak, terutama dengan risiko inflasi yang tidak pasti. Sikap hati-hati dalam kebijakan moneter adalah langkah tepat agar tidak memperburuk situasi ekonomi yang sudah melemah serta memastikan inflasi tidak mengakar kuat ke jangka panjang.