Kesulitan Ekspatriat Rusia Membuka Rekening Bank di Uni Eropa Setelah Sanksi
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
14 Feb 2025
223 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sanksi terhadap Rusia berdampak pada kehidupan sehari-hari warga Rusia di Uni Eropa.
Bank-bank di Uni Eropa menjadi lebih berhati-hati dalam melayani pelanggan dengan paspor Rusia.
Organisasi hak asasi manusia berperan penting dalam membantu warga Rusia yang terpengaruh oleh kebijakan perbankan.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, banyak warga Rusia yang tinggal di Uni Eropa mengalami kesulitan dalam membuka rekening bank. Meskipun mereka tidak terkena sanksi, banyak bank menjadi lebih ketat dalam memeriksa pemegang paspor Rusia. Svetlana Sarantseva, seorang warga Rusia yang pindah ke Portugal, mengungkapkan bahwa ia telah mencoba membuka rekening di enam bank tetapi selalu ditolak. Beberapa bank menyatakan bahwa hanya warga negara Portugal yang bisa membuka rekening, sementara yang lain menolak karena alasan yang tidak jelas.
Masalah ini juga dialami oleh warga Rusia lainnya di berbagai negara Eropa, termasuk aktivis oposisi yang berusaha membuka rekening di Polandia. Meskipun ada peraturan Uni Eropa yang memberikan hak kepada semua penduduk legal untuk memiliki rekening bank, banyak bank tetap menolak dengan alasan untuk menghindari risiko terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme. Beberapa warga Rusia bahkan harus menggunakan bantuan pengacara untuk mendapatkan akses ke layanan perbankan.
Analisis Ahli
Katja Fohrer
Bank terlalu takut melanggar sanksi sehingga menjadi terlalu berhati-hati sehingga melanggar hak penduduk yang seharusnya dilindungi.Gera Ugryumova
Sudah membantu ribuan kasus pembatalan keputusan bank dan mendorong litigasi untuk melawan diskriminasi berbasis kewarganegaraan.


