Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jerman dan Spanyol Tangkap Anggota Kelompok Peretas NoName dalam Operasi Siber Global

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
16 Jul 2025
111 dibaca
1 menit
Jerman dan Spanyol Tangkap Anggota Kelompok Peretas NoName dalam Operasi Siber Global

AI summary

Kelompok NoName057(16) menggunakan aplikasi Telegram untuk merekrut sukarelawan dalam serangan siber.
Operasi penangkapan ini melibatkan kerjasama internasional antara beberapa negara Eropa.
Serangan siber tersebut bertujuan untuk mempengaruhi keputusan politik di Jerman.
Pemerintah Jerman dan Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tujuh anggota kelompok peretas pro-Rusia bernama NoName057(16) yang melakukan serangan siber terhadap berbagai infrastruktur penting dan organisasi pemerintah di Eropa.Kelompok ini merekrut ribuan relawan melalui aplikasi Telegram yang memungkinkan mereka melakukan serangan DDoS, yaitu membanjiri server target sehingga layanan menjadi tidak bisa diakses.Polisi di beberapa negara termasuk Jerman, Spanyol, Italia, dan beberapa lainnya bekerja sama melakukan penggeledahan di 24 lokasi yang terkait dengan kelompok peretas ini.Tujuan utama serangan ini adalah untuk menarik perhatian media dan mempengaruhi keputusan politik dan sosial, terutama di Jerman yang menjadi sasaran serangan terbesar.Meski tidak ada bukti langsung yang mengaitkan kelompok ini secara resmi dengan pemerintah Rusia, para penyidik mengatakan kelompok tersebut memiliki struktur komando yang terkendali di Rusia dan pembayaran dilakukan menggunakan uang kripto.

Experts Analysis

Bruce Schneier
Koordinasi lintas negara dalam melawan serangan siber seperti ini menunjukkan pentingnya pendekatan kolektif karena serangan siber tidak mengenal batas geografis.
Mikko Hypponen
Penggunaan aplikasi seperti Telegram untuk merekrut relawan dan cryptocurrency untuk pembiayaan mencerminkan taktik baru yang harus dipahami dan diatasi oleh pihak berwenang.
Editorial Note
Penangkapan anggota NoName057(16) memperlihatkan efektivitas koordinasi internasional dalam menanggulangi ancaman siber yang bersifat transnasional. Namun, tanpa tindakan pencegahan yang lebih mendalam, kelompok peretas lain dengan motif politik mungkin akan muncul dan mengancam keamanan digital di masa mendatang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.