TLDR
Banyak perusahaan besar melakukan PHK sebagai respons terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan untuk mengurangi biaya. Kecerdasan buatan diperkirakan akan memiliki dampak signifikan pada tenaga kerja di berbagai sektor. Perusahaan seperti Chevron dan Kohl's mengumumkan pengurangan tenaga kerja untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Banyak perusahaan besar seperti Meta, Microsoft, dan Chevron sedang melakukan pemotongan karyawan atau "layoffs" pada tahun 2025. Hal ini terjadi setelah dua tahun sebelumnya juga banyak pemotongan pekerjaan di berbagai sektor seperti teknologi, media, dan energi. Salah satu alasan utama pemotongan ini adalah untuk mengurangi biaya dan beradaptasi dengan perubahan teknologi, terutama dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Menurut survei, sekitar 41% perusahaan di seluruh dunia berencana untuk mengurangi jumlah karyawan mereka dalam lima tahun ke depan karena AI.Beberapa perusahaan yang telah mengumumkan pemotongan karyawan termasuk Chevron yang berencana mengurangi hingga 20% dari tenaga kerjanya, Kohl's yang mengurangi sekitar 10% dari posisi korporatnya, dan CNN yang akan memotong 200 pekerjaan. Selain itu, Starbucks, Stripe, dan BP juga merencanakan pemotongan karyawan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing mereka. Meskipun banyak perusahaan melakukan pemotongan, ada juga sektor yang diperkirakan akan mengalami peningkatan pekerjaan, terutama di bidang teknologi dan AI, yang diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030.