Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gelombang PHK 2025: AI dan Perubahan Bisnis Menjadi Penyebab Utama

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
23 Mar 2025
85 dibaca
1 menit
Gelombang PHK 2025: AI dan Perubahan Bisnis Menjadi Penyebab Utama

Rangkuman 15 Detik

PHK di berbagai perusahaan dipicu oleh kebutuhan untuk efisiensi dan penghematan biaya.
Transformasi teknologi, terutama AI, berperan besar dalam keputusan pemotongan tenaga kerja.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Meta, Microsoft, dan Chevron sedang menyesuaikan strategi mereka untuk menghadapi tantangan pasar yang berubah.
Pada tahun 2025, banyak perusahaan besar seperti Adidas, BlackRock, dan Chevron melakukan pemotongan karyawan. Beberapa perusahaan mengurangi jumlah pekerja mereka sebagai langkah untuk menghemat biaya dan menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Misalnya, Adidas berencana memotong hingga 500 pekerjaan di Jerman, sementara Chevron bisa mengurangi hingga 9.000 pekerjaan di seluruh dunia. Banyak perusahaan lain, termasuk CNN dan Microsoft, juga mengumumkan pemotongan karyawan untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada strategi bisnis baru. Selain itu, beberapa perusahaan seperti Boeing dan Estée Lauder juga melakukan pemotongan besar-besaran. Boeing mengurangi 400 posisi dari program roket bulan mereka, sedangkan Estée Lauder berencana memotong hingga 7.000 pekerjaan dalam upaya restrukturisasi. Meskipun banyak perusahaan mengalami pemotongan, ada juga yang berencana untuk merekrut di bidang tertentu, seperti teknologi dan kecerdasan buatan, yang diperkirakan akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Analisis Ahli

Klaus Schwab
Pemanfaatan AI sebagai pendorong Transformasi Ekonomi memang akan menggeser pasar tenaga kerja secara signifikan, sehingga PHK yang terjadi adalah bagian dari adaptasi besar yang perlu diantisipasi oleh masyarakat dan pemerintah.
Andrew Ng
Perusahaan yang gagal mengadaptasi kecerdasan buatan akan tertinggal dalam persaingan global, sementara pekerja harus terus meningkatkan keterampilan agar bisa bertahan di lingkungan kerja yang berubah cepat.