TLDR
Uni Eropa menghapus AI Liability Directive untuk meningkatkan daya saing. JD Vance mendorong Eropa untuk memanfaatkan peluang dalam teknologi AI. AI Act bertujuan untuk mengatur penggunaan teknologi AI secara aman dan etis. Uni Eropa baru-baru ini memutuskan untuk menghentikan beberapa regulasi teknologi yang direncanakan, termasuk menghapus Rancangan Undang-Undang Tanggung Jawab AI. Rancangan ini bertujuan untuk memudahkan konsumen menggugat jika mereka mengalami kerugian akibat produk atau layanan yang menggunakan AI. Henna Virkkunen, kepala digital Uni Eropa, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk meningkatkan daya saing dengan mengurangi birokrasi, bukan karena tekanan dari pemerintahan Trump untuk mengurangi regulasi.Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengingatkan para legislator Eropa untuk mempertimbangkan kembali aturan teknologi yang akan dibuat, dan mendorong mereka untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh AI. Setelah pidato Vance, Komisi Eropa merilis program kerja 2025 yang menekankan pentingnya pengembangan dan adopsi AI di kawasan tersebut, serta mengonfirmasi bahwa proposal tanggung jawab AI tidak akan dilanjutkan.