Seberapa Mudah Kamu Tertipu Foto dan Video Deepfake? Tes dan Waspadalah!
Teknologi
Keamanan Siber
13 Feb 2025
32 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Deepfake semakin umum dan sulit dibedakan dari gambar atau video asli.
Banyak orang, terutama lansia, tidak menyadari adanya deepfake dan rentan terhadap penipuan.
Perusahaan teknologi perlu mengambil langkah untuk melindungi konsumen dari risiko yang ditimbulkan oleh deepfake.
Sebuah kuis online dari perusahaan perangkat lunak iProov di London memungkinkan kita untuk menguji kemampuan mengenali foto dan video yang dihasilkan oleh AI, yang dikenal sebagai deepfake. Dalam kuis ini, peserta diminta untuk menentukan apakah gambar atau video yang ditampilkan adalah asli atau buatan AI. Hasil dari studi yang dilakukan iProov menunjukkan bahwa hanya 0,1 persen dari 2.000 orang yang disurvei di Inggris dan AS yang dapat membedakan antara yang asli dan yang palsu. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang, termasuk yang berusia lebih tua, tidak menyadari keberadaan deepfake dan rentan terhadap penipuan.
Deepfake dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, termasuk memanipulasi citra publik figur seperti politisi dan selebriti. Meskipun banyak orang merasa percaya diri dalam kemampuan mereka untuk mendeteksi deepfake, hanya sedikit yang benar-benar dapat melakukannya. Penelitian menunjukkan bahwa 60% orang tetap tidak mengambil tindakan meskipun mereka mencurigai adanya deepfake. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan teknologi untuk melindungi pengguna dari penipuan online ini dan meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh informasi yang salah.
Analisis Ahli
Andrew Bud
Ketidakmampuan konsumen membedakan gambar asli dan palsu dimanfaatkan oleh kriminal yang mencuri informasi dan mengancam keamanan finansial, sehingga perusahaan teknologi harus bertanggung jawab untuk melindungi pengguna mereka.

