Inflasi AS Naik, The Fed Diperkirakan Tak Pangkas Suku Bunga Tahun Ini
Bisnis
Ekonomi Makro
13 Feb 2025
298 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Data inflasi yang tinggi mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve.
Pasar saham mengalami fluktuasi akibat ketidakpastian ekonomi.
Negosiasi antara AS dan Rusia dapat mempengaruhi harga minyak dan stabilitas pasar global.
Data inflasi di Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, menyebabkan pasar keuangan bergejolak. Investor mulai meragukan kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Inflasi konsumen naik 0,5% pada bulan Januari, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Agustus 2023. Hal ini membuat para analis percaya bahwa suku bunga mungkin akan tetap tinggi lebih lama dari yang diharapkan, dan bahkan ada kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan.
Sementara itu, harga minyak turun setelah berita tentang pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai konflik di Ukraina. Di pasar saham, indeks S&P 500 mengalami penurunan, tetapi beberapa perusahaan teknologi seperti Tesla dan Meta menunjukkan kinerja yang baik. Secara keseluruhan, pasar sedang menunggu data ekonomi penting lainnya yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Analisis Ahli
Ellen Zentner
Meningkatkan kemungkinan kebijakan 'lebih tinggi untuk lebih lama' karena data inflasi menunjukkan tren naik yang bertentangan dengan harapan penurunan.Seema Shah
Jika inflasi terus tinggi, risiko kenaikan lebih lanjut pada suku bunga tetap terbuka dan peluang pemangkasan sangat minim.Chris Zaccarelli
Pasar harus mempersiapkan kemungkinan suku bunga masih naik atau setidaknya tidak turun, sehingga investor harus lebih hati-hati terhadap risiko pasar.