Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Ubah Sikap, Kini Ingin Kolaborasi dengan China Berkat Inovasi DeepSeek

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
12 Feb 2025
153 dibaca
1 menit
OpenAI Ubah Sikap, Kini Ingin Kolaborasi dengan China Berkat Inovasi DeepSeek

Rangkuman 15 Detik

OpenAI berencana untuk berkolaborasi dengan China meskipun ada tantangan dari pemerintah AS.
DeepSeek telah mengubah lanskap industri AI dengan model open-source yang efisien dan kuat.
Teknologi open-source memainkan peran penting dalam pertumbuhan industri teknologi di China.
Sam Altman, CEO OpenAI, mengubah sikap perusahaan terhadap China dengan menyatakan keinginan untuk bekerja sama, setelah sebelumnya melarang akses ke layanan AI seperti ChatGPT bagi negara tersebut. Dalam sebuah wawancara, Altman menekankan pentingnya kolaborasi dengan China, meskipun ia tidak yakin apakah pemerintah AS akan mengizinkan hal itu. Perubahan sikap ini terjadi setelah perusahaan DeepSeek dari Hangzhou merilis dua model AI open-source yang kuat, yang dapat dikembangkan dengan biaya dan daya komputasi yang lebih rendah dibandingkan perusahaan teknologi besar. Teknologi open-source memungkinkan akses publik ke kode sumber program, sehingga pengembang perangkat lunak dapat memodifikasi atau berbagi desainnya. Ini telah berkontribusi besar terhadap perkembangan industri teknologi di China dalam beberapa dekade terakhir. Dengan adanya model AI open-source, persaingan di industri AI global semakin ketat, dan OpenAI merasa perlu untuk beradaptasi dengan perubahan ini.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Kolaborasi antara perusahaan AI global dan Cina bisa mempercepat kemajuan teknologi secara signifikan, karena mereka saling melengkapi dalam inovasi dan akses pasar.
Fei-Fei Li
Open-source adalah masa depan AI yang inklusif, dan perusahaan-perusahaan seperti DeepSeek menunjukkan bagaimana demokratisasi teknologi bisa dilakukan dengan efektif.