Penjualan Shein dan Temu di AS Turun Setelah Trump Cabut Bebas Bea Paket Kecil
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Feb 2025
301 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan Shein dan Temu terpengaruh oleh kebijakan pajak baru yang diumumkan oleh Donald Trump.
Kedua perusahaan berusaha untuk mengurangi dampak dari tarif dengan mengubah strategi rantai pasokan mereka.
Konsumen di AS menunjukkan kekhawatiran terhadap biaya tambahan yang mungkin timbul akibat perubahan kebijakan ini.
Penjualan online dari dua raksasa e-commerce, Shein dan Temu, mengalami penurunan yang signifikan setelah Presiden AS Donald Trump menghapus pengecualian bea untuk paket kecil dari China. Dalam lima hari sejak 5 Februari, penjualan Shein turun antara 16 hingga 41 persen, sementara Temu mengalami penurunan hingga 32 persen. Penurunan ini terjadi setelah pengumuman bahwa paket di bawah Rp 13.36 juta (US$800) dari China tidak lagi bebas dari bea cukai, yang membuat konsumen khawatir akan biaya tambahan saat berbelanja.
Meskipun penurunan ini mirip dengan penurunan belanja setelah Natal, hal ini menunjukkan perubahan dari tren pertumbuhan yang terlihat pada akhir Januari. Untuk mengatasi dampak dari tarif baru ini, Shein dan Temu sedang berusaha untuk mengubah rantai pasokan mereka, seperti memindahkan produksi ke Vietnam dan mengurangi kontrol atas rantai pasokan di China.
Analisis Ahli
Ekonom Perdagangan Internasional
Penarikan pengecualian bea masuk ini memang memengaruhi permintaan konsumen dalam jangka pendek, tetapi efek jangka panjangnya tergantung pada bagaimana perusahaan China menyesuaikan rantai pasok dan strategi operasional mereka.


