Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Palmer Luckey dan Meta Bersatu Kembangkan Perangkat XR untuk Militer AS

Teknologi
virtual-reality (9mo ago) virtual-reality (9mo ago)
30 Mei 2025
165 dibaca
2 menit
Palmer Luckey dan Meta Bersatu Kembangkan Perangkat XR untuk Militer AS

Rangkuman 15 Detik

Kerja sama antara Anduril dan Meta menunjukkan potensi besar dalam pengembangan teknologi militer.
Palmer Luckey berhasil membangun kembali karirnya setelah perpisahan dari Meta dan menciptakan Anduril.
EagleEye merupakan langkah awal untuk menghadirkan teknologi XR yang inovatif bagi tentara.
Pada hari Kamis, Anduril dan Meta mengumumkan kerjasama untuk mengembangkan perangkat extended reality (XR) bagi militer Amerika Serikat. Ini merupakan momentum penting bagi Palmer Luckey, pendiri Anduril yang sebelumnya dipecat dari Facebook. Mereka berencana memadukan teknologi AR/VR terbaru untuk membantu para tentara di medan perang. Kerjasama ini berawal dari program militer SBMC yang dulu dikenal sebagai IVAS. Proyek awal dimulai oleh Microsoft pada 2018 dengan anggaran sebesar 22 miliar dolar AS. Namun, karena berbagai masalah, tanggung jawab pengerjaan dialihkan ke Anduril pada Februari lalu. Microsoft masih tetap menyediakan layanan cloud untuk sistem ini. Perangkat XR yang akan dibuat memanfaatkan teknologi dari pusat riset Meta, yaitu Reality Labs. Perangkat lunak Anduril yang dinamakan Lattice juga diintegrasikan untuk mengelola data dan perintah di medan tempur, sehingga para tentara mendapat informasi secara real time untuk meningkatkan kemampuan bertempur mereka. Palmer Luckey merasa senang bisa berkolaborasi kembali dengan Meta setelah lama berpisah secara profesional. Dia menyebut proyek ini sebagai realisasi misi pribadinya untuk mengubah prajurit menjadi 'technomancer' atau penguasai teknologi modern. Bahkan, Anduril meluncurkan halaman Facebook sebagai tanda rekonsiliasi dengan Meta. Produk yang akan dikembangkan dinamai EagleEye, sebuah ekosistem perangkat XR. Nama ini sudah ada sejak perencanaan awal Anduril, meski fokus awal perusahaan lebih ke perangkat lunak. Kini, dengan dukungan Meta, proyek besar ini diyakini bisa membawa teknologi AR/VR militer ke tingkat yang lebih maju dan membantu prajurit dalam misi mereka.