Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lebih Dari 60 Negara Sepakat Atur AI, AS Tolak Gara-gara Regulasi Ketat

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
12 Feb 2025
122 dibaca
1 menit
Lebih Dari 60 Negara Sepakat Atur AI, AS Tolak Gara-gara Regulasi Ketat

Rangkuman 15 Detik

Pentingnya regulasi yang seimbang dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Kekhawatiran tentang konsentrasi kekuatan AI di tangan segelintir pihak.
Perbedaan pandangan antara negara-negara mengenai pendekatan terhadap kecerdasan buatan.
Lebih dari 60 negara, termasuk China, telah menyatakan keinginan untuk menciptakan aturan yang memastikan kecerdasan buatan (AI) bersifat inklusif, transparan, aman, dan dapat dipercaya. Namun, Amerika Serikat menolak untuk menandatangani deklarasi tersebut, mengkritik Eropa karena dianggap terlalu ketat dalam mengatur AI dan memperingatkan China agar tidak menggunakan teknologi ini untuk memperkuat kekuasaannya. Dalam KTT AI di Paris, Wakil Presiden AS J.D. Vance menyampaikan bahwa terlalu banyak regulasi dapat menghambat perkembangan sektor yang sedang berkembang ini. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengingatkan bahwa kekuatan besar AI saat ini dikuasai oleh beberapa perusahaan dan negara saja, yang dapat memperburuk ketegangan geopolitik. Meskipun AI memiliki potensi untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan ilmu pengetahuan, ada juga risiko seperti penyebaran konten yang menyesatkan. Vance mengajak negara-negara untuk lebih optimis dalam menghadapi perkembangan AI, daripada merasa takut akan regulasi yang berlebihan.

Analisis Ahli

Elon Musk
AI harus dikendalikan secara ketat agar tidak membahayakan umat manusia dan pengaturan global sangat diperlukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.
Fei-Fei Li
Kolaborasi internasional sangatlah penting untuk memastikan AI dikembangkan secara inklusif, terutama agar negara berkembang tidak tertinggal dalam revolusi teknologi ini.