Amazon dan Perusahaan Teknologi Kurangi Program Keberagaman di Tengah Tekanan Politik
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
08 Feb 2025
259 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon mengubah fokus dari keberagaman ke hasil yang terbukti.
Tekanan dari kelompok konservatif mempengaruhi kebijakan keberagaman perusahaan besar.
Perubahan dalam kebijakan DEI mencerminkan perubahan dalam iklim politik dan sosial di Amerika Serikat.
Amazon baru-baru ini menghapus referensi tentang "inclusion and diversity" atau inklusi dan keberagaman dari laporan tahunan mereka. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan program-program terkait keberagaman sebagai bagian dari tren perusahaan besar di Amerika yang mulai mundur dari kebijakan tersebut. Sebelumnya, banyak perusahaan, termasuk Amazon, berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif setelah protes terhadap kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam pada tahun 2020.
Perubahan ini juga dipicu oleh tekanan dari kelompok konservatif yang menentang kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Amazon menyatakan bahwa mereka akan fokus pada program-program yang memiliki hasil yang terbukti dan akan mengintegrasikan inisiatif keberagaman ke dalam proses yang sudah ada, bukan membangun program baru. Meskipun Amazon menghapus beberapa referensi dari laporan mereka, mereka tetap menyatakan komitmen untuk menciptakan perusahaan yang beragam dan inklusif di situs web mereka.
Analisis Ahli
Arriana McLymore
Perubahan kebijakan DEI mencerminkan adaptasi perusahaan teknologi terhadap tekanan sosial dan politik, sekaligus menegaskan pentingnya program yang terukur hasilnya dibandingkan sekadar simbolik.Pam Bondi
Penegakan hukum terhadap program keberagaman yang dianggap ilegal adalah bagian dari upaya memperketat regulasi terkait praktik bisnis yang bisa berdampak diskriminatif.
