Amazon dan Raksasa Teknologi Kurangi Program Keberagaman Karena Tekanan Politik
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
08 Feb 2025
78 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon mengurangi fokus pada keberagaman dan inklusi dalam laporan tahunan mereka.
Kebijakan keberagaman di perusahaan besar sedang mengalami penarikan di tengah tekanan politik.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran dalam pendekatan perusahaan terhadap program keberagaman dan inklusi.
Amazon baru-baru ini menghapus referensi tentang "inklusivitas dan keberagaman" dari laporan tahunan mereka. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan program-program terkait keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) sebagai bagian dari tren perusahaan besar di Amerika yang mulai mundur dari kebijakan tersebut. Sebelumnya, banyak perusahaan, termasuk Amazon, berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif setelah protes terhadap kekerasan polisi pada tahun 2020.
Perubahan ini juga dipicu oleh tekanan dari kelompok konservatif yang menentang kebijakan DEI. Amazon menyatakan bahwa mereka akan fokus pada program yang memiliki hasil yang terbukti dan akan mengintegrasikan inisiatif keberagaman ke dalam proses yang sudah ada. Beberapa perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Meta dan Google, juga mulai mengurangi program-program serupa. Meskipun Amazon mengklaim tetap berkomitmen untuk menciptakan perusahaan yang beragam dan inklusif, langkah ini menunjukkan perubahan arah dalam pendekatan mereka terhadap keberagaman.
Analisis Ahli
Arriana McLymore
Sebagai jurnalis yang mengkhususkan diri pada e-commerce dan inovasi ritel, saya melihat perubahan ini sebagai respons bisnis terhadap lanskap sosial dan politik yang semakin terpolarisasi, di mana perusahaan harus menyeimbangkan antara tuntutan stakeholder dan tekanan eksternal.
