Big Tech Terus Tingkatkan Investasi AI Meski Ada Kekhawatiran Bubble
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Okt 2025
114 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Big Tech terus berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI meskipun ada kekhawatiran tentang gelembung.
Pengeluaran modal untuk AI diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang, menciptakan peluang dan risiko.
Analisis menunjukkan bahwa meskipun ada potensi gelembung, perusahaan besar seperti Google, Meta, dan Microsoft memiliki basis pelanggan yang kuat.
Google, Meta, dan Microsoft melaporkan hasil keuangan terbaru yang menunjukkan mereka menghabiskan lebih banyak uang dari sebelumnya untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Mereka pun memperkirakan pengeluaran ini akan semakin meningkat pada tahun 2026.
Google mengumumkan rencana pengeluaran modalnya meningkat menjadi antara Rp 1.52 quadriliun ($91 miliar) sampai Rp 1.55 quadriliun ($93 miliar) pada tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya, dan mereka mencatat pendapatan kuartal rekor sebesar Rp 1.71 quadriliun ($102,3 miliar) . CEO Sundar Pichai mengatakan investasi ini untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus tumbuh.
Microsoft menghabiskan Rp 582.83 triliun ($34,9 miliar) untuk pusat data dan komputasi awan dalam satu kuartal terakhir, fokus pada pembelian GPU dan CPU untuk mendukung kebutuhan AI. Pendapatannya naik 18% menjadi hampir Rp 1.30 quadriliun ($78 miliar) . Meta juga menaikkan proyeksi belanjanya untuk 2025 menjadi antara Rp 1.17 quadriliun ($70 miliar) dan Rp 1.20 quadriliun ($72 miliar) , dengan pendapatan kuartal Rp 855.04 triliun ($51,2 miliar) yang melampaui perkiraan analis.
Analisis dari para ahli menyatakan bahwa pengeluaran besar ini menandakan permintaan nyata untuk AI, tapi ada juga beberapa tanda adanya perilaku investasi yang berisiko dan spekulatif, terutama di perusahaan-perusahaan yang tidak sebesar Google, Meta, atau Microsoft.
Para investor dan analis kini khawatir bahwa meskipun perusahaan besar bisa terus menyerap kapasitas komputasi, perusahaan-perusahaan kecil dan menengah mungkin akan mengalami kesulitan jika pasar kapasitas AI terlalu jenuh, yang bisa menyebabkan gangguan ekonomi bagi sektor infrastruktur AI yang lebih luas.
Analisis Ahli
Gil Luria
Perusahaan ini memiliki permintaan nyata yang mendasari investasi mereka sehingga pengeluaran adalah sehat, namun ada juga unsur perilaku spekulatif yang tidak sehat, seperti pinjaman besar dan investasi berputar yang mengkhawatirkan.Jacob Sonnenberg
Tren pengeluaran capex sesuai dengan pesanan chip besar yang dilaporkan Nvidia, tapi pengeluaran ini tidak bisa terus berlanjut selamanya dan akan ada titik perlambatan yang sulit diprediksi.