AI summary
Tarif pada obat luar negeri dapat meningkatkan biaya dan mengurangi akses pasien. Ketergantungan pada produksi luar negeri dapat menyebabkan kekurangan obat yang berbahaya. Ada kebutuhan untuk solusi jangka panjang untuk memindahkan kembali produksi obat ke AS. Donald Trump berencana untuk mengenakan tarif 10% pada obat-obatan yang diproduksi di luar negeri, terutama dari China, untuk mendorong perusahaan farmasi kembali memproduksi obat di Amerika Serikat. Namun, banyak ahli kesehatan dan perdagangan memperingatkan bahwa langkah ini bisa menyebabkan kenaikan harga obat dan kekurangan pasokan, yang dapat membahayakan pasien yang membutuhkan obat-obatan penting seperti untuk kanker dan penyakit jantung. Mereka khawatir bahwa tarif ini tidak akan efektif dalam membawa kembali produksi obat ke AS dan malah bisa memperburuk masalah kekurangan obat generik yang sudah ada.Meskipun ada ide untuk memberikan insentif pajak agar perusahaan memproduksi obat di dalam negeri, para ahli berpendapat bahwa tarif mungkin tidak cukup untuk mengubah keputusan perusahaan. Banyak obat generik diproduksi dengan biaya rendah di luar negeri, sehingga tarif mungkin hanya akan meningkatkan harga tanpa meningkatkan kualitas atau ketersediaan. Jika harga obat naik, pasien mungkin tidak merasakannya secara langsung, tetapi biaya perawatan kesehatan secara keseluruhan bisa meningkat, yang pada akhirnya akan membebani pemerintah dan masyarakat.
Tarif impor obat justru berpotensi membebani konsumen dengan harga lebih mahal tanpa jaminan produksi lokal meningkat. Langkah ini kurang strategis jika tidak diiringi oleh insentif yang kapabel dan kerangka kebijakan jangka panjang untuk penguatan pabrik farmasi domestik.