Mantan Pengembang Dragon Age Kritik Keras Ide Shared World dari CEO EA
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
07 Feb 2025
121 dibaca
1 menit

CEO EA, Andrew Wilson, mengatakan bahwa kegagalan game Dragon Age: The Veilguard disebabkan karena kurangnya elemen "dunia bersama" yang dicari oleh gamer modern. Namun, banyak gamer dan mantan pengembang BioWare, seperti Mike Laidlaw dan David Gaider, berpendapat bahwa alasan tersebut tidak tepat. Mereka percaya bahwa mengubah game yang awalnya sukses menjadi game multiplayer bukanlah solusi yang baik. Laidlaw bahkan menyatakan bahwa jika ada yang menyarankan untuk mengubah inti dari game yang dicintai menjadi game multiplayer, ia mungkin akan memilih untuk keluar dari pekerjaan tersebut.
Saat ini, merek Dragon Age tampaknya tidak akan dilanjutkan setelah performa Veilguard yang buruk, dan fokus EA beralih ke Mass Effect 5. Ada kekhawatiran bahwa konsep layanan langsung bisa diterapkan pada Mass Effect 5 jika EA tetap percaya bahwa elemen "dunia bersama" adalah yang dibutuhkan. Beberapa studio game memahami apa yang diinginkan pemain, seperti Larian dan CD Projekt Red, sementara yang lain, seperti WB Games, tampaknya masih tidak paham dan terus berinvestasi dalam layanan langsung meskipun banyak kegagalan.
Analisis Ahli
Mike Laidlaw
Menganggap perubahan fundamental franchise single-player menjadi multiplayer live service adalah langkah yang tidak masuk akal dan bisa membuatnya keluar dari pekerjaan.David Gaider
Menyarankan EA untuk mengikuti jejak Larian dengan memperkuat aspek yang membuat franchise disukai, bukan mengubah DNA inti game.

