Kegagalan Dragon Age: The Veilguard dan Bahaya Campur Tangan Korporasi EA
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
06 Feb 2025
255 dibaca
1 menit

Artikel ini membahas tentang kegagalan penjualan game Dragon Age: The Veilguard dan bagaimana hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi EA dan BioWare untuk mengembalikan kejayaan seri RPG ini. Penulis mengkritik beberapa masalah dalam game, seperti kurangnya kedalaman elemen RPG, penulisan yang tidak konsisten, dan politik yang terlalu berat. CEO EA, Andrew Wilson, menyatakan bahwa game ini tidak berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, dan ia berpendapat bahwa pemain modern lebih menyukai fitur multiplayer. Namun, penulis berargumen bahwa banyak pemain masih menyukai pengalaman permainan tunggal yang berkualitas, seperti yang ditunjukkan oleh kesuksesan game seperti Baldur's Gate 3 dan Elden Ring.
Penulis juga menyoroti bahaya campur tangan perusahaan dalam pengembangan game, yang sering kali mengabaikan keinginan penggemar inti. Ia percaya bahwa jika Dragon Age: The Veilguard lebih fokus pada cerita yang mendalam dan elemen RPG yang kuat, game ini akan lebih sukses. Penulis menyarankan bahwa remake dari Dragon Age: Origins dengan grafis modern bisa menjadi langkah yang baik untuk menghidupkan kembali seri ini. Pada akhirnya, penulis berharap agar BioWare bisa kembali ke akar mereka dan menciptakan game yang benar-benar diinginkan oleh penggemar.



