OpenAI dan Google baru saja meluncurkan alat "deep research" yang dapat membantu pengguna dalam melakukan penelitian dengan cepat. Alat ini dapat menghasilkan laporan penelitian yang terorganisir dalam waktu 5 hingga 25 menit. Meskipun hasilnya bermanfaat, ada beberapa batasan, seperti kemampuan mereka yang lebih baik dalam merangkum informasi umum daripada menemukan pendekatan baru. Misalnya, saat diminta untuk merencanakan acara atau mencari informasi tentang acara tertentu, kedua alat ini memberikan rekomendasi yang berguna, tetapi ChatGPT sering kali memberikan detail yang lebih lengkap.Namun, pengguna harus berhati-hati karena terkadang alat ini dapat memberikan informasi yang tidak akurat atau "halusinasi". Meskipun kedua alat ini mencantumkan sumber, penting untuk memverifikasi fakta-fakta penting yang diberikan. Saat ini, Google sedang mengembangkan versi deep research untuk aplikasi Gemini di Android, sementara pengguna ChatGPT Pro sudah dapat mengaksesnya. Meskipun alat ini belum sempurna, mereka menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk membantu dalam penelitian di masa depan.
Meskipun alat Deep Research menjanjikan efisiensi luar biasa, keandalannya masih belum cukup untuk menggantikan analis manusia karena masih sering menghadirkan informasi yang kurang akurat dan kurang inovatif. Namun, dengan pengembangan dan peningkatan verifikasi sumber, teknologi ini bisa menjadi alat yang sangat berharga sebagai asisten riset di masa depan.