Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump terhadap China, serta ancaman tarif terhadap Meksiko dan Kanada, dapat memperlambat pasar pengiriman dan mengubah rantai pasokan ke negara-negara seperti Vietnam, Taiwan, dan India. Para ahli dari SONAR menjelaskan bahwa tarif 10% terhadap produk China mungkin tidak cukup untuk mendorong perusahaan untuk sepenuhnya meninggalkan China, tetapi ada peningkatan produksi di negara-negara Asia Tenggara yang dapat menarik perhatian perusahaan-perusahaan tersebut. Misalnya, Apple sedang berusaha memindahkan sebagian produksinya ke India untuk mengurangi ketergantungan pada China.Selain itu, tarif yang ditetapkan Trump juga dapat mempengaruhi impor dari Kanada dan Meksiko, terutama dalam sektor energi dan otomotif. Sekitar 28% nilai impor dari China berasal dari elektronik, sedangkan dari Meksiko, 26% berasal dari otomotif. Para ahli memperingatkan bahwa jika tarif ini diterapkan, akan ada dampak besar pada berbagai komoditas yang diimpor, termasuk energi dari Kanada dan suku cadang mobil dari Meksiko.
Meski tarif awal 10% terasa kecil, efek psikologis dan ketidakpastian geopolitik sudah membuat perusahaan mulai memisahkan rantai pasok mereka untuk mengurangi risiko. Namun, kebijakan tarif yang tidak konsisten dan ancaman eskalasi dapat meningkatkan volatilitas pasar kargo dan memengaruhi harga konsumen di AS dalam jangka menengah.