Tarif Trump Pengaruhi Pasar Kargo dan Dorong Perubahan Rantai Pasok Global
Finansial
Kebijakan Fiskal
06 Feb 2025
182 dibaca
1 menit
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump terhadap China, serta ancaman tarif terhadap Meksiko dan Kanada, dapat memperlambat pasar pengiriman dan mengubah rantai pasokan ke negara-negara seperti Vietnam, Taiwan, dan India. Para ahli dari SONAR menjelaskan bahwa tarif 10% terhadap produk China mungkin tidak cukup untuk mendorong perusahaan untuk sepenuhnya meninggalkan China, tetapi ada peningkatan produksi di negara-negara Asia Tenggara yang dapat menarik perhatian perusahaan-perusahaan tersebut. Misalnya, Apple sedang berusaha memindahkan sebagian produksinya ke India untuk mengurangi ketergantungan pada China.
Selain itu, tarif yang ditetapkan Trump juga dapat mempengaruhi impor dari Kanada dan Meksiko, terutama dalam sektor energi dan otomotif. Sekitar 28% nilai impor dari China berasal dari elektronik, sedangkan dari Meksiko, 26% berasal dari otomotif. Para ahli memperingatkan bahwa jika tarif ini diterapkan, akan ada dampak besar pada berbagai komoditas yang diimpor, termasuk energi dari Kanada dan suku cadang mobil dari Meksiko.
Analisis Ahli
Zach Strickland
Skeptis bahwa tarif awal ini cukup menggerakkan perubahan besar-besaran dalam pengiriman, tapi mengakui ada peningkatan aktivitas impor yang antisipatif sebelum tarif berlaku.Mike Baudendistel
Menilai tarif 10% belum cukup signifikan untuk mendorong relokasi manufaktur besar-besaran, namun mengingat kemungkinan kenaikan tarif lebih besar, perusahaan mulai mengadopsi strategi diversifikasi rantai pasok.Tony Mulvey
Menyoroti dampak signifikan pada sektor energi dari Kanada dan otomotif serta produk segar dari Meksiko yang dapat terganggu jika tarif diterapkan secara penuh.