Korea Selatan Batasi DeepSeek Karena Kekhawatiran Keamanan AI Generatif
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Feb 2025
90 dibaca
1 menit

Pemerintah Korea Selatan telah memblokir akses karyawan ke aplikasi kecerdasan buatan (AI) DeepSeek dari China karena kekhawatiran keamanan. Langkah ini diambil setelah kementerian mengeluarkan peringatan untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan AI, termasuk DeepSeek dan ChatGPT, di tempat kerja. Beberapa lembaga pemerintah, termasuk Korea Hydro & Nuclear Power dan kementerian pertahanan, telah melarang penggunaan DeepSeek di komputer mereka. Selain itu, negara-negara lain seperti Australia dan Taiwan juga telah melarang DeepSeek karena risiko keamanan yang dianggap serius.
DeepSeek baru-baru ini meluncurkan model AI terbaru yang diklaim lebih baik dan lebih murah dibandingkan produk dari Amerika Serikat. Namun, banyak perusahaan teknologi di Korea Selatan, seperti Kakao dan Naver, kini lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan AI generatif, dengan beberapa di antaranya meminta karyawan untuk tidak menggunakan layanan yang menyimpan data di luar perusahaan. Pemerintah Korea Selatan juga berencana untuk menanyakan kepada DeepSeek tentang cara mereka mengelola informasi pribadi pengguna.
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Pembatasan terhadap DeepSeek adalah respons yang tepat mengingat potensi risiko keamanan dan privasi data yang bisa disebabkan oleh teknologi AI dari perusahaan asing yang mungkin tunduk pada tekanan dari pemerintah asalnya.Dr. Fei-Fei Li (Pakar AI Stanford)
Pengawasan terhadap AI generatif harus diimbangi dengan inovasi, namun pengguna dan institusi sebaiknya memilih teknologi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan keamanan.

