Para anggota partai Demokrat mengkhawatirkan akses yang tidak sah dari tim DOGE yang dipimpin Elon Musk terhadap database pemerintah yang sensitif. Mereka mempertanyakan apakah staf yang terlibat memiliki izin keamanan yang tepat dan apakah pekerjaan mereka melanggar undang-undang privasi federal. Beberapa pemimpin kongres Demokrat telah mengirim surat kepada Presiden Donald Trump dan pejabat Gedung Putih untuk meminta penjelasan mengenai masalah ini, termasuk apakah karyawan DOGE telah mengakses informasi pribadi warga Amerika.Selain itu, ada kekhawatiran tentang risiko privasi yang muncul akibat upaya Presiden Trump untuk mengubah cara kerja pemerintah. Beberapa laporan menunjukkan bahwa CIA mengirimkan daftar karyawan yang baru dipekerjakan melalui sistem email yang tidak terklasifikasi, yang dapat dimanfaatkan oleh peretas. Saat ini, tidak ada orang yang ditunjuk untuk posisi keamanan siber utama, dan Gedung Putih belum memiliki kepala keamanan informasi federal yang aktif. Anggota kongres juga sedang memantau dampak dari pembekuan perekrutan federal terhadap keamanan siber.
Situasi ini menggambarkan kegagalan serius dalam tata kelola keamanan siber pemerintah AS yang rawan eksploitasi oleh pihak internal maupun eksternal. Tanpa kontrol yang ketat dan transparansi, ini bisa menjadi preseden buruk yang menurunkan standar keamanan nasional dan menempatkan data warga AS dalam bahaya.