Klaim DeepSeek AI Rp 100.20 miliar ($6 Juta) : Strategi China Memperlemah Dominasi AI AS
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Feb 2025
174 dibaca
1 menit

DeepSeek AI mengklaim telah mengembangkan model AI dengan biaya hanya Rp 100.20 miliar ($6 juta) , tetapi banyak yang meragukan keabsahan klaim ini. Beberapa orang percaya bahwa ini adalah bagian dari strategi China untuk merusak dominasi teknologi Amerika Serikat. China telah berinvestasi besar-besaran dalam industri AI dan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan teknologi dari AS, termasuk melalui investasi dan pencurian kekayaan intelektual. Meskipun DeepSeek menunjukkan performa yang mengesankan, ada kekhawatiran bahwa mereka bergantung pada data sintetis yang berasal dari inovasi AS, yang berarti mereka mungkin tidak benar-benar menciptakan sesuatu yang baru.
Munculnya DeepSeek telah menyebabkan ketidakpastian di pasar, dengan investor khawatir akan potensi perang harga di sektor AI yang dapat mempengaruhi perusahaan-perusahaan AS. Sementara itu, perusahaan-perusahaan besar di AS seperti Microsoft dan Google tetap fokus pada pengembangan teknologi yang lebih maju dan inovatif. Meskipun DeepSeek mungkin terlihat menarik, banyak yang percaya bahwa ini hanyalah langkah sementara dalam upaya China untuk menantang kepemimpinan AS di bidang kecerdasan buatan.
Analisis Ahli
Alexandr Wang
DeepSeek mengoperasikan 50.000 GPU NVIDIA H100, yang membuat klaim biaya $6 juta tidak masuk akal mengingat biaya infrastruktur nyata jauh lebih besar.Andrew Ng
Inovasi AI sejati membutuhkan investasi besar dalam riset dan data asli, bukan sekedar model turunan yang mengandalkan data sintetis atau teknologi pihak lain.Kai-Fu Lee
Strategi China fokus pada aplikasi praktis dan subsidi negara dapat mendongkrak cepat adopsi, namun inovasi fundamental masih didorong oleh lingkungan riset AS.
