Komentar dari PLA Daily menyatakan bahwa larangan penggunaan platform AI DeepSeek asal China oleh Angkatan Laut AS dan NASA adalah contoh terbaru dari penurunan kekuasaan AS. Mereka menganggap larangan ini sebagai hasil dari "paranoia keamanan" dan meminta Washington untuk tidak menggunakan kekhawatiran keamanan nasional sebagai senjata, karena hal itu tidak menguntungkan siapa pun, termasuk AS sendiri. DeepSeek, yang merupakan alat AI sumber terbuka yang populer di seluruh dunia, dianggap sebagai "musuh" oleh beberapa politisi AS.Komentar tersebut juga menyebutkan bahwa beberapa politisi Amerika terlalu terobsesi dengan isu keamanan nasional, terutama yang berkaitan dengan China, sehingga mereka sering bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan negara tersebut. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih mengungkapkan bahwa Dewan Keamanan Nasional sedang menyelidiki potensi risiko keamanan dari DeepSeek, dan Angkatan Laut serta NASA telah menginstruksikan anggotanya untuk tidak mengunduh aplikasi tersebut demi menjaga keamanan dan privasi.
Langkah AS melarang DeepSeek menunjukkan bagaimana dominasi teknologi saat ini menjadi arena persaingan geopolitik yang sengit, bukan hanya sekadar soal keamanan siber. Sikap proteksionis AS ini bisa mempercepat fragmentasi teknologi global dan memperparah ketegangan bilateral antara AS dan China.