Pasar saham di Asia mengalami penurunan setelah batas waktu untuk penerapan tarif baru oleh AS terhadap China berlalu tanpa kesepakatan. Meskipun saham China di Hong Kong sempat naik hampir 4%, akhirnya hanya naik 1%. Presiden Donald Trump menunda penerapan tarif terhadap Meksiko dan Kanada, yang memberikan harapan bagi investor bahwa akan ada pembicaraan antara AS dan China untuk menyelesaikan masalah tarif. Namun, ketidakpastian tetap ada mengenai dampak perang dagang terhadap ekonomi AS.Sementara itu, beberapa pejabat Federal Reserve AS menyarankan agar bank sentral berhati-hati dalam menurunkan suku bunga di tengah ketidakpastian yang meningkat. Pasar juga mencerminkan kekhawatiran ini, dengan imbal hasil obligasi jangka pendek naik. Dalam berita pasar lainnya, nilai tukar euro dan yen Jepang mengalami penurunan, sementara harga minyak mentah dan emas menunjukkan pergerakan yang bervariasi.
Ketegangan perdagangan antara AS dan China terus memainkan peran sentral dalam dinamika pasar global, dan strategi negosiasi Trump menggunakan tarif sebagai tekanan akan mempengaruhi stabilitas ekonomi jangka pendek. Pasar tampaknya sudah belajar dari pengalaman sebelumnya sehingga cenderung mengurangi reaksi berlebihan, tetapi risiko ketidakpastian tetap membayang kuat.