AS Tetap Pimpin Teknologi AI Meski Startup China Semakin Maju
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Feb 2025
212 dibaca
1 menit

Jeffrey Ding, seorang ahli kebijakan AI, menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) memiliki keunggulan yang kuat dibandingkan China dalam penggunaan teknologi AI canggih. Dia menjelaskan bahwa AS tidak hanya mampu menerapkan teknologi ini secara luas di seluruh ekonomi, tetapi juga dapat memanfaatkan sumber daya sipil untuk keuntungan militer. Dalam sebuah acara peluncuran lembaga pemikir yang fokus pada China, Ding menyoroti bahwa integrasi sipil-militer di China masih tertinggal dibandingkan dengan AS, contohnya adalah kurangnya dukungan dari perusahaan teknologi terkemuka China untuk layanan komputasi awan militer.
Ding juga mengingatkan bahwa dominasi AI tidak hanya bergantung pada inovasi, tetapi juga pada kemampuan suatu negara untuk mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan di kalangan pembuat kebijakan AS mengenai apakah mereka harus lebih aktif dalam membatasi perkembangan AI di China, terutama setelah perusahaan DeepSeek dari Hangzhou meluncurkan dua model AI baru yang sangat kuat dengan biaya dan daya komputasi yang jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan-perusahaan Amerika.
Analisis Ahli
Jeffrey Ding
Keunggulan AS tidak hanya terletak pada inovasi tetapi juga pada kapasitas penyebaran dan integrasi AI ke seluruh ekonomi serta penggunaan sumber daya sipil untuk keuntungan militer, yang masih belum mampu disaingi China.

