"Time sickness" adalah istilah yang diciptakan oleh Dr. Larry Dossey untuk menggambarkan perasaan stres dan dampak kesehatan yang muncul dari keyakinan bahwa waktu selalu berlalu dan kita tidak pernah cukup melakukan hal-hal. Banyak orang merasa tertekan dengan daftar tugas yang tidak ada habisnya, yang dapat menyebabkan rasa bersalah, kelelahan, dan perasaan tidak pernah cukup. Untuk mengatasi ini, penting untuk mengubah cara kita memandang waktu, menjadikannya sebagai sumber daya yang bisa kita gunakan dengan bijak, bukan sebagai musuh yang harus kita kalahkan.Ada beberapa cara untuk mengatasi "time sickness", seperti melindungi perhatian kita dari gangguan, mengatur waktu dengan lebih baik, dan belajar untuk menikmati momen saat ini. Penelitian menunjukkan bahwa dengan lebih fokus pada saat ini dan menghargai pengalaman positif, kita dapat meningkatkan emosi positif dan kepuasan hidup. Dengan memperlambat dan menghargai momen sehari-hari, kita bisa mengurangi rasa urgensi yang konstan dan menemukan keseimbangan yang lebih sehat dalam hidup kita.
Sebagai pakar di bidang psikologi kesehatan, saya melihat bahwa pendekatan pada time sickness ini sangat relevan untuk ditanamkan dalam budaya kerja modern yang penuh tekanan. Jika tidak segera diterapkan, fenomena ini bisa memperparah masalah kesehatan mental yang sudah mengkhawatirkan di masyarakat kita.