Tiago Azevedo, CIO di OutSystems, menjelaskan bahwa tahun 2023 adalah tahun yang penuh kemungkinan dengan munculnya AI generatif, sementara tahun 2024 adalah saat organisasi mulai merancang dan menerapkan konsep bukti (POC) untuk program AI yang bertanggung jawab. Meskipun ada potensi besar dalam otomatisasi tugas-tugas sederhana yang saat ini dilakukan manusia, banyak perusahaan yang terjebak dalam tekanan pasar dan berusaha untuk menciptakan solusi besar sekaligus, yang sering kali mengakibatkan kesalahan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memulai dengan pendekatan yang lebih kecil dan inovatif, seperti menggunakan produk minimum yang layak (MVP) untuk menguji ide sebelum berinvestasi lebih banyak.Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan organisasi saat memulai inisiatif AI adalah tidak memperhatikan kualitas data yang digunakan. Data yang buruk dapat menyebabkan proyek AI gagal. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam model AI jelas dan terstruktur dengan baik. Selain itu, pendekatan yang terputus-putus dalam menambahkan komponen AI ke sistem yang sudah ada dapat merusak inisiatif AI. Organisasi perlu menemukan platform yang terintegrasi untuk menghubungkan berbagai dataset dan mendukung proses bisnis mereka, sehingga dapat mengidentifikasi peluang baru dan mengoptimalkan nilai bisnis dari teknologi AI.
Perusahaan sering kali terjebak dalam euforia AI tanpa persiapan matang, sehingga gagal memaksimalkan manfaatnya. Pendekatan MVP dan perbaikan manajemen data merupakan kunci mutlak yang harus dijalankan agar AI dapat benar-benar memberikan nilai tambah nyata.