Berita terbaru tentang tarif perdagangan membuat para trader bingung pada hari Jumat. Presiden Donald Trump berencana untuk mengenakan tarif 25% pada barang dari Meksiko dan Kanada, serta 10% pada barang dari China. Hal ini menyebabkan nilai dolar AS naik, sementara pasar saham mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat naik. Banyak investor merasa tidak pasti dan memilih untuk menunggu sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.Di sisi lain, ada kekhawatiran tentang dampak dari perusahaan teknologi asal China, DeepSeek, yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan-perusahaan teknologi besar di AS. Meskipun ada beberapa penurunan dalam saham, banyak investor tetap optimis bahwa permintaan untuk layanan cloud dan teknologi lainnya akan tetap kuat. Beberapa perusahaan besar seperti Apple dan Exxon Mobil melaporkan hasil yang baik, sementara yang lain seperti Intel mengalami kesulitan. Secara keseluruhan, pasar saham diperkirakan akan terus berfluktuasi seiring dengan perkembangan berita dan kondisi ekonomi.
Kebijakan tarif yang mendadak dan kurang transparan menciptakan ketidakpastian besar yang menghambat optimisme investor, justru bisa memperlambat pertumbuhan sektor teknologi yang selama ini menjadi pendorong utama pasar saham Amerika. Namun, kemunculan teknologi AI yang lebih efisien dari DeepSeek menandakan ada koreksi pasar yang sehat, di mana euforia harga saham mulai berangsur kembali ke valuasi yang lebih realistis dan berkelanjutan.