Klaim Model AI Murah DeepSeek Bikin Heboh, Tapi Apakah Sesuai Fakta?
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Jan 2025
238 dibaca
1 menit

DeepSeek, sebuah perusahaan teknologi asal China, baru-baru ini membuat heboh di industri AI dengan model yang diklaimnya lebih efisien dan murah dibandingkan dengan yang ada di AS. Namun, banyak ahli dan CEO dari perusahaan lain berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap DeepSeek terlalu berlebihan dan tidak berdasarkan fakta. Mereka menjelaskan bahwa biaya yang diklaim oleh DeepSeek untuk melatih model AI-nya, yaitu Rp 93.52 miliar ($5,6 juta) , sebenarnya tidak mencakup semua biaya penelitian sebelumnya dan hanya mencerminkan satu kali pelatihan. Ini menunjukkan bahwa biaya sebenarnya jauh lebih tinggi.
Meskipun DeepSeek menggunakan teknik yang dikenal untuk mencapai hasil yang baik dan membuat teknologi tersebut gratis untuk digunakan, banyak yang berpendapat bahwa perusahaan ini bukanlah pelopor dalam hal efisiensi biaya. Beberapa perusahaan lain sudah melakukan hal serupa sebelumnya. Selain itu, ada juga tuduhan dari OpenAI bahwa DeepSeek mungkin telah melanggar ketentuan layanan dengan menggunakan data dari model mereka. Meskipun ada kontroversi, DeepSeek telah memicu diskusi penting tentang bagaimana mengembangkan teknologi AI dengan lebih efisien, yang dapat mengubah cara perusahaan berpikir tentang investasi di bidang ini.
Analisis Ahli
Timnit Gebru
DeepSeek memicu pertanyaan penting tentang bagaimana kita bisa melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, menurunkan histeria investasi AI yang berlebihan.Richard Socher
Biaya $5,6 juta hanyalah satu kali pelatihan, bukan keseluruhan biaya pembuatan LLM dari awal, perlu dipahami dengan benar agar tidak salah kaprah.
