DeepSeek, sebuah perusahaan teknologi asal China, baru-baru ini membuat heboh di industri AI dengan model yang diklaimnya lebih efisien dan murah dibandingkan dengan yang ada di AS. Namun, banyak ahli dan CEO dari perusahaan lain berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap DeepSeek terlalu berlebihan dan tidak berdasarkan fakta. Mereka menjelaskan bahwa biaya yang diklaim oleh DeepSeek untuk melatih model AI-nya, yaitu $5,6 juta, sebenarnya tidak mencakup semua biaya penelitian sebelumnya dan hanya mencerminkan satu kali pelatihan. Ini menunjukkan bahwa biaya sebenarnya jauh lebih tinggi.Meskipun DeepSeek menggunakan teknik yang dikenal untuk mencapai hasil yang baik dan membuat teknologi tersebut gratis untuk digunakan, banyak yang berpendapat bahwa perusahaan ini bukanlah pelopor dalam hal efisiensi biaya. Beberapa perusahaan lain sudah melakukan hal serupa sebelumnya. Selain itu, ada juga tuduhan dari OpenAI bahwa DeepSeek mungkin telah melanggar ketentuan layanan dengan menggunakan data dari model mereka. Meskipun ada kontroversi, DeepSeek telah memicu diskusi penting tentang bagaimana mengembangkan teknologi AI dengan lebih efisien, yang dapat mengubah cara perusahaan berpikir tentang investasi di bidang ini.
DeepSeek memperlihatkan bahwa efisiensi dalam pengembangan AI bukan mustahil, tetapi klaim biaya rendah harus dilihat secara kritis dalam konteks kompleksitas riset dan penggunaan model yang sudah ada. Reaksi pasar yang gegabah menunjukkan betapa sensitif dan politisnya ekosistem AI saat ini, yang bisa menghambat inovasi yang sebenarnya berguna.