Blackstone, sebuah perusahaan investasi besar, menyatakan bahwa investasi mereka di pusat data tidak akan terpengaruh oleh model kecerdasan buatan (AI) murah dari perusahaan China, DeepSeek. Mereka percaya bahwa infrastruktur fisik seperti pusat data tetap sangat penting untuk menyimpan dan memproses informasi yang diperlukan dalam pengembangan AI. Blackstone memiliki pusat data senilai $80 miliar dan bekerja sama dengan banyak perusahaan besar di dunia. Meskipun munculnya DeepSeek menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan pusat data, Blackstone yakin bahwa penggunaan AI yang lebih luas justru akan meningkatkan kebutuhan akan pusat data.Presiden Blackstone, Jonathan Gray, mengatakan bahwa meskipun ada opsi AI yang lebih murah, permintaan untuk pusat data tetap vital. Para analis juga sepakat bahwa perusahaan-perusahaan besar dalam teknologi tidak akan mengurangi rencana investasi mereka di pusat data karena persaingan di bidang AI semakin ketat. CEO dari Microsoft dan Meta juga menegaskan pentingnya pengeluaran besar untuk AI agar tetap kompetitif. Meskipun saham Blackstone mengalami penurunan, mereka tetap optimis tentang masa depan investasi di pusat data.
Meskipun model AI low-cost seperti DeepSeek berpotensi menekan harga, fisik dan kapasitas pusat data tetap tidak tergantikan untuk mendukung skala besar komputasi AI yang semakin kompleks. Jadi, klaim bahwa investasi data center akan merosot tampaknya terlalu dini dan tidak mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur fisik yang terus meningkat.