OpenAI mengungkapkan bahwa startup AI asal China, DeepSeek, mungkin telah "tidak pantas" menggunakan hasil kerja dari model-model OpenAI dalam pengembangan model AI mereka. DeepSeek telah menciptakan model R1 yang bersaing dengan model o1 milik OpenAI, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. OpenAI menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki indikasi bahwa DeepSeek mungkin telah meniru teknologi mereka, dan mereka berkomitmen untuk melindungi teknologi yang mereka miliki dengan bekerja sama dengan pemerintah AS.Isu ini juga menyoroti kontroversi yang lebih besar mengenai penggunaan data yang "tersedia untuk umum" dalam pelatihan model AI. Beberapa perusahaan AI, termasuk OpenAI, telah menghadapi tuntutan hukum terkait pelanggaran hak cipta karena menggunakan data tanpa izin. Selain itu, pendekatan DeepSeek yang lebih hemat biaya telah menyebabkan kekhawatiran di pasar, termasuk penurunan nilai pasar Nvidia, yang dikenal sebagai penyedia chip canggih untuk AI.
Kontroversi ini menyoroti dilema besar dalam pengembangan AI global antara kolaborasi teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual. OpenAI perlu lebih tegas dalam penegakan aturan, sementara pemerintah juga harus ikut campur agar ekosistem AI tetap sehat dan inovatif tanpa membiarkan praktik curang terjadi.