Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi OpenAI vs DeepSeek: Tuduhan Pelanggaran Data AI dan Tantangannya

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
30 Jan 2025
157 dibaca
1 menit
Kontroversi OpenAI vs DeepSeek: Tuduhan Pelanggaran Data AI dan Tantangannya
OpenAI, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT, menuduh startup AI asal China, DeepSeek, telah menggunakan hasil keluaran model mereka untuk melatih chatbot yang bersaing. Tuduhan ini muncul meskipun OpenAI sendiri pernah menghadapi beberapa tuntutan hukum terkait pelanggaran hak cipta dan penyalahgunaan data. Beberapa pengamat di media sosial menganggap OpenAI hipokrit karena mereka juga dituduh mengambil data tanpa izin dari pengguna. CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui bahwa pelatihan model AI yang canggih memerlukan materi berhak cipta, yang membuat situasi ini semakin rumit. DeepSeek baru-baru ini memperkenalkan model AI baru yang diklaim membutuhkan sumber daya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan model dari perusahaan besar di Silicon Valley. Model tersebut, yang disebut R1, dikatakan mampu meniru pemikiran manusia dan bahkan melampaui model-model terkemuka dalam berbagai pengujian industri. Meskipun DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan ini, pemerintah AS sedang mengevaluasi potensi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi mereka. Situasi ini menarik perhatian banyak pihak di dunia teknologi dan kebijakan, yang terus memantau langkah-langkah kedua perusahaan dan dampaknya terhadap praktik penelitian AI.

Analisis Ahli

Ritwik Gupta
Penggunaan output dari model komersial untuk melatih model lain adalah praktik umum yang memberikan keuntungan feedback manusia secara tidak langsung, sehingga bukan sesuatu yang mengejutkan jika DeepSeek melakukannya.