Kenapa AI Lebih Murah Justru Bisa Memicu Permintaan Energi Meningkat
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Jan 2025
162 dibaca
1 menit

Minggu ini, para investor saham energi mengalami kepanikan setelah munculnya model AI baru yang lebih murah. Mereka mengabaikan argumen bahwa meskipun model-model ini lebih efisien dalam penggunaan energi, hal itu justru bisa meningkatkan permintaan energi secara keseluruhan. Konsep ini dikenal sebagai Paradox Jevons, yang menyatakan bahwa efisiensi yang lebih tinggi dalam penggunaan sumber daya dapat menyebabkan peningkatan permintaan untuk sumber daya tersebut. Contohnya, setelah mesin uap Watt diperkenalkan, permintaan untuk batubara justru meningkat karena mesin tersebut digunakan di banyak aplikasi.
Beberapa analis percaya bahwa penurunan biaya komputasi untuk aplikasi AI akan mendorong lebih banyak perusahaan dan lembaga penelitian untuk terlibat dalam pengembangan AI. Meskipun ada kepanikan awal di pasar, perusahaan seperti Chevron dan GE Vernova tetap berinvestasi dengan membangun pembangkit listrik baru yang akan menyediakan energi untuk pusat data. Dengan meningkatnya kebutuhan energi dari kendaraan listrik dan pusat data, permintaan energi diperkirakan tidak akan menurun dalam waktu dekat.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Penurunan biaya komputasi AI akan memicu lonjakan besar penggunaan aplikasi AI yang pada akhirnya meningkatkan permintaan energi secara keseluruhan.
