Liang Wenfeng, pendiri startup AI asal China bernama DeepSeek, baru-baru ini menjadi sorotan dalam industri teknologi China. Ia diundang untuk berbicara di simposium yang dipimpin oleh Perdana Menteri China, Li Qiang, di mana ia membahas peran DeepSeek dalam mengubah tatanan AI global. DeepSeek baru saja meluncurkan asisten AI gratis yang diklaim menggunakan lebih sedikit data dan biaya yang lebih rendah dibandingkan layanan saat ini, yang menyebabkan penurunan saham teknologi di seluruh dunia. Liang percaya bahwa industri teknologi China harus berinovasi dan tidak hanya mengikuti tren dari luar negeri.Liang, yang memiliki latar belakang akademis yang kuat, berkomitmen untuk membuat semua model DeepSeek bersifat open-source, berbeda dengan pesaingnya, OpenAI. Ia berpendapat bahwa inovasi tidak hanya didorong oleh bisnis, tetapi juga oleh rasa ingin tahu dan keinginan untuk menciptakan. Dengan tim yang terdiri dari lulusan universitas terkemuka, DeepSeek bertujuan untuk mencapai kecerdasan umum buatan (AGI) yang dapat melampaui kemampuan manusia dalam banyak tugas. Liang percaya bahwa menarik bakat terbaik adalah kunci untuk menyelesaikan tantangan terbesar dalam AI.
Strategi DeepSeek yang fokus pada inovasi asli dan open-source bisa menjadi game changer bagi industri AI Tiongkok, menutup kesenjangan lama antara imitasi dan inovasi. Namun, keberhasilan mereka sangat bergantung pada kemampuan untuk menarik talenta terbaik dan dukungan pemerintah yang konsisten dalam jangka panjang.