Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Startup AI China DeepSeek Tantang ChatGPT, Guncang Saham Teknologi AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1y ago) artificial-intelligence (1y ago)
28 Jan 2025
143 dibaca
1 menit
Startup AI China DeepSeek Tantang ChatGPT, Guncang Saham Teknologi AS
Sebuah startup kecerdasan buatan (AI) asal China bernama DeepSeek baru-baru ini menarik perhatian setelah mengklaim dapat bersaing dengan model AI terkenal seperti ChatGPT dengan biaya yang jauh lebih rendah. DeepSeek, yang didirikan pada tahun 2023, berhasil meraih posisi teratas di App Store Apple setelah meluncurkan model AI open-source yang disebut DeepSeek-V3. Startup ini mengklaim bahwa biaya pelatihan modelnya kurang dari Rp 100.20 miliar ($6 juta) , sementara OpenAI menghabiskan lebih dari Rp 1.67 triliun ($100 juta) untuk melatih versi terbaru ChatGPT. Hal ini membuat saham perusahaan teknologi, termasuk Nvidia, mengalami penurunan yang signifikan. Meskipun DeepSeek mengklaim menggunakan chip yang kurang canggih untuk pelatihan AI-nya, beberapa pihak meragukan klaim tersebut dan mengatakan bahwa biaya pelatihan sebenarnya mungkin lebih tinggi. Penurunan saham ini menunjukkan bahwa banyak investor melihat DeepSeek sebagai ancaman serius bagi dominasi teknologi AS. Selain itu, muncul kekhawatiran tentang keamanan terkait dengan perkembangan AI yang cepat, yang dapat memiliki dampak geopolitik di masa depan.

Analisis Ahli

Daniel Ives
DeepSeek dianggap sebagai ancaman signifikan yang menekan saham teknologi AS karena potensi menggeser dominasi AI Amerika.
Damian Rollison
Kemajuan AI dari China ini mengejutkan pasar dan menandai kompetisi geopolitik di bidang teknologi AI.
Alexandr Wang
Menyatakan DeepSeek kemungkinan menggunakan chip Nvidia canggih, meragukan klaim biaya rendah startup tersebut.
Bernstein Analysts
Mempertanyakan anggaran pelatihan AI yang diklaim oleh DeepSeek lebih kecil dari kenyataan.