Bank of Japan (BOJ) baru saja menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak bulan Juli, yang membuat yen menguat terhadap dolar AS. Yen naik sekitar 0,7% menjadi 155,01 per dolar, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang meningkat ke level tertinggi sejak 2008. Keputusan ini diharapkan dapat membantu yen yang sebelumnya tertekan oleh perbedaan suku bunga yang besar antara AS dan Jepang. Selain itu, BOJ memperkirakan inflasi akan meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.Meskipun ada kenaikan suku bunga, pasar kini menunggu pernyataan dari Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya. Jika Ueda memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga akan lambat, yen bisa kembali melemah. Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, juga memperingatkan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan jika ada pergerakan yang berlebihan pada nilai yen.
Kebijakan BOJ yang mulai menaikkan suku bunga setelah bertahun-tahun kebijakan ultra-longgar adalah langkah berani yang mencerminkan tekanan inflasi yang nyata di Jepang. Namun, jika terlalu hati-hati mempertahankan nada dovish, pasar mungkin belum sepenuhnya menerima perubahan ini, yang dapat menyebabkan volatilitas berkelanjutan di pasar mata uang dan obligasi.