TLDR
Instalasi seni 'Panopticon' mengeksplorasi tema pengawasan dan bagaimana hal itu mempengaruhi perilaku sosial kita. Karya ini dirancang untuk mengajak masyarakat merenungkan hubungan mereka dengan privasi dan kontrol di era digital. Dengan ukuran yang besar, 'Panopticon' menjadi pusat perhatian di ruang publik dan menciptakan ketegangan antara seni dan teknologi. Pomodo.id - Instalasi seni baru yang muncul di Madrid, Spanyol, membawa isu pengawasan modern ke perhatian publik. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran tentang peningkatan penggunaan teknologi pengawasan di ruang publik, seorang seniman Spanyol bernama SpY telah menciptakan sebuah obelisk berbentuk segitiga yang tinggi, sekitar 20 meter, yang dipenuhi dengan kamera pengawasan. Tempat ini menampilkan layar yang dapat dilihat publik melalui lubang kecil di bagian bawah, menyajikan pandangan unik dari sekitar area tersebut, tetapi dengan perspektif yang terdehumanisasi. Instalasi bernama "Panopticon" ini terletak tepat di depan Palacio de Cibeles, sebuah gedung pemerintahan megah yang dibuka pada tahun 1919, menjadikannya kontras yang mencolok dengan arsitektur sekitarnya.Melalui instalasi ini, SpY berusaha menunjukkan kepada masyarakat tentang bagaimana peningkatan pengawasan teknologi bisa mendominasi kehidupan sehari-hari. Kamera-kamera yang dipasang pada bagian atas obelisk memberikan pemandangan jalanan, pejalan kaki, serta situasi lalu lintas yang sering diabaikan oleh masyarakat. Dengan ukuran dan lokasinya yang strategis, patrol ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memaksa orang untuk memperhatikan dan merenungkan keberadaan pengawasan modern yang semakin mendominasi ruang publik.
Pengawasan modern mengacu pada praktik dan teknologi terbaru yang digunakan untuk memantau individu dan aktivitas. Hal ini sering melibatkan perangkat seperti kamera CCTV dan alat pengawasan lainnya yang dapat mengakses dan merekam data publik. Misconception umum adalah bahwa pengawasan selalu berkaitan dengan keamanan; namun, banyak yang berpendapat bahwa ia juga dapat mengancam privasi individu dan kebebasan sipil. Melihat dari contoh seperti instalasi "Panopticon", pengawasan modern menuntut kita untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap kebebasan dan privasi kita.
Namun, masih ada kritik terhadap penggunaan pengawasan yang ekstrem. Di satu sisi, banyak orang berpendapat bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk menjaga keamanan publik. Di sisi lain, adanya ketidaknyamanan dan risiko privasi yang meningkat menyebabkan sejumlah pihak merasa bahwa pengawasan ini telah pergi terlalu jauh. Ketegangan ini menciptakan ruang untuk diskusi tentang bagaimana teknologi seharusnya digunakan dalam masyarakat.Bagi pembaca muda di Indonesia, perkembangan ini menyoroti pentingnya pemahaman dan kewaspadaan terhadap penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia yang semakin terhubung, di mana penggunaan teknologi untuk pemantauan dan pengumpulan data menjadi semakin umum, memahami dampaknya terhadap privasi dan kebebasan adalah suatu keharusan. Dengan meningkatnya penggunaan alat pengawasan, ada potensi untuk merubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dan sesama. Masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, dapat belajar dari tren yang terjadi di Spanyol ini untuk lebih kritis terhadap penggunaan teknologi dalam konteks lokal. Ini menciptakan peluang untuk memperhatikan etika di balik teknologi yang digunakan di Indonesia, dan untuk mendiskusikan kebijakan yang menjamin privasi sambil tetap menjaga keamanan masyarakat.Penting untuk mengingat bahwa teknologi, baik sebagai alat maupun sebagai subjek kebijakan, berpotensi mempengaruhi banyak aspek kehidupan, mulai dari cara kita bekerja hingga bagaimana kita berinvestasi dalam kemampuan digital kita di masa depan. Dengan mengamati evolusi pengawasan di negara lain, generasi muda di Indonesia bisa dapat bersiap untuk tantangan yang mungkin muncul seiring dengan perkembangan teknologi di tanah air.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 9 Nov 2026, 01.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)