TLDR
AI dapat mempercepat proses otomatisasi, tetapi juga meningkatkan risiko keamanan jika tidak dikelola dengan baik. Perusahaan harus menerapkan prinsip governance yang sama untuk AI seperti yang mereka lakukan untuk manusia, termasuk pengawasan akses dan keputusan. Alat yang ada seperti IGA dan PAM dapat digunakan kembali untuk mengelola keamanan AI tanpa membangun arsitektur baru. Pomodo.id - Dalam era otomatisasi saat ini, banyak perusahaan beralih untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. AI dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya memakan waktu berjam-jam bagi karyawan, seperti mengambil catatan pelanggan, dalam hitungan detik. Meskipun demikian, ada risiko signifikan yang terkait dengan penggunaan AI dalam menjalankan berbagai fungsi operasional. Jika tidak dikelola dengan baik, AI dapat menyebabkan kerusakan besar akibat akses tidak terkontrol dan desain proses persetujuan yang buruk. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40% organisasi telah menerapkan sistem AI agentic dalam satu atau lebih fungsi bisnis, menjadikan ini isu keamanan yang mendesak.Sebagian besar respons industri telah mengusulkan untuk membangun arsitektur identitas dan tata kelola baru yang khusus ditujukan untuk agen AI. Namun, banyak alat yang sudah ada, seperti pengelolaan akses istimewa (PAM) dan tata kelola identitas dan administrasi (IGA), dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. PAM berfungsi untuk memastikan bahwa hanya individu dengan hak akses yang benar yang dapat melakukan tindakan tertentu dalam sistem, sedangkan IGA membantu mengelola identitas digital dengan pengawasan yang tepat. Dengan memanfaatkan alat yang sudah ada ini, perusahaan dapat mengarahkan penggunaan AI dengan lebih aman sambil mempertahankan produktivitas.Meskipun paparan alat yang ada ini, tantangan tetap ada. Tidak semua organisasi sadar akan batasan dan potensi risiko yang datang dengan menggunakan AI, termasuk agen yang mungkin mendapatkan izin yang tidak semestinya menggandakan peran seorang manusia tanpa pengawasan yang sesuai. Karyawan dapat dengan mudah mengubah izin yang ada menjadi alur kerja otomatis yang kuat dengan sekali perintah, dan ini menciptakan tantangan baru dalam hal tata kelola dan keamanan. Masalah muncul ketika satu kesalahan kecil dapat menyebabkan konsekuensi besar, menggagalkan upaya keamanan yang sudah ada sebelumnya.
IAM, atau Manajemen Identitas dan Akses, adalah proses dan teknologi yang digunakan untuk memastikan bahwa individu yang tepat memiliki akses ke sumber daya yang tepat dalam organisasi. Namun, salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa IAM hanya relevan untuk karyawan tradisional. Faktanya, IAM juga penting dalam konteks AI, karena agen AI harus dikelola dan diawasi dengan cara yang sama seperti individu manusia agar keamanan dan kepatuhan tetap terjaga.
Perkembangan ini memiliki implikasi signifikan bagi kaum muda di Indonesia. Dengan meningkatnya penggunaan AI dalam bisnis, permintaan akan keterampilan dalam pengelolaan identitas digital dan keamanan siber akan terus meningkat. Mereka yang belajar atau bekerja di bidang teknologi informasi dan keamanan siber akan menemukan banyak peluang untuk mengembangkan karir di perusahaan yang menerapkan AI. Mengetahui cara melindungi dan mengelola identitas digital menjadi semakin penting, dan mereka yang dapat melakukan ini akan memiliki keuntungan di pasar kerja.Menghadapinya, Indonesia seharusnya fokus pada peningkatan sumber daya manusia di sektor teknologi. Karena semakin banyak organisasi yang berinvestasi dalam otomasi dan AI, relevansi pelatihan dan pendidikan dalam keamanan siber dan tata kelola identitas akan meningkat. Hal ini tidak hanya menjadikan mereka sebagai kandidat yang lebih menarik di pasar kerja, tetapi juga mengarah pada pertumbuhan keseluruhan industri digital Indonesia di masa depan, yang diperkirakan akan semakin berkembang dan terintegrasi dengan teknologi baru.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Nov 2026, 01.09 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)