TLDR
Risiko siber kini lebih terintegrasi dengan cara kerja dan produktivitas, bukan hanya ancaman dari luar. Manajemen risiko manusia harus dilihat sebagai masalah sistem dengan antarmuka manusia, bukan sekadar masalah pelatihan. Peran CISO semakin terlihat di tingkat dewan, tetapi juga membawa harapan yang lebih tinggi terkait tanggung jawab terhadap keamanan dan risiko bisnis. Pomodo.id - Menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks, peran Chief Information Security Officer (CISO) dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) menjadi sangat penting. Temuan dari tahun 2026 menunjukkan bahwa meskipun jumlah serangan siber dan pelanggaran data masih menjadi perhatian, ada tanda-tanda perbaikan dalam ekspektasi ancaman serangan. Semakin sedikit CISO yang mengharapkan serangan siber material dalam 12 bulan ke depan, dan pelaporan kerugian material informasi sensitif juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi mulai lebih siap menghadapi tantangan yang ada.Meskipun terdapat perbaikan ini, tantangan tetap ada. Dalam periode lima tahun terakhir, pengelolaan risiko berubah secara signifikan, dengan fokus saat ini tidak hanya pada ancaman yang dapat terjadi, tetapi lebih kepada bagaimana pekerjaan kritis dilakukan sehari-hari dalam lanskap digital yang terus berkembang. Misalnya, dengan semakin banyaknya identitas digital akibat cloud computing dan penggunaan AI, banyak organisasi diharuskan untuk meningkatkan tata kelola mereka, termasuk penerapan prinsip "least privilege" untuk akses informasi. Hal ini penting agar hanya individu yang perlu yang dapat mengakses data sensitif, meskipun itu adalah AI yang melakukan tugas.Di sisi lain, kompleksitas yang meningkat dalam pengelolaan identitas telah meningkatkan risiko keamanan. Mengelola banyak alat keamanan yang terputus-putusan bisa menjadi liabilitas itu sendiri. Organisasi sekarang tidak hanya harus fokus pada perangkat yang ada, tetapi juga harus mampu melacak dan mengontrol akses baik dari manusia maupun agen non-manusia (seperti AI). Ini menunjukkan betapa pentingnya ada pemahaman yang mendalam tentang risiko manusia (human risk) di dalam organisasi. Manajer keamanan harus bisa menyelaraskan semua alat dan sistem guna memperkuat pertahanan dan kesiapan terhadap ancaman.
Chief Information Security Officer (CISO) adalah eksekutif senior yang bertanggung jawab atas keamanan data dan informasi dalam suatu organisasi. Jabatan ini mencakup pengawasan terhadap inisiatif keamanan dan pengelolaan risiko yang terkait dengan sistem informasi, serta membangun strategi yang efektif untuk perlindungan data. CISO memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa organisasi memiliki kontrol yang kuat terhadap risiko yang muncul dari penggunaan teknologi baru, khususnya AI dan cloud.
Pentingnya peran CISO dan tata kelola AI ini semakin relevan di Indonesia. Dengan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, terutama di kalangan generasi muda, keterampilan dalam menjaga keamanan siber bisa menjadi nilai jual yang tinggi di pasar tenaga kerja. Permintaan terhadap profesional keamanan siber diharapkan akan meningkat, yang berarti keterampilan terkait CISO dan pengelolaan AI akan sangat diperlukan. Secara ekonomi, bagi yang baru terjun ke dunia kerja, memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang ini dapat membuka peluang karir yang menguntungkan, terutama di sektor teknologi dan keuangan.Dengan berbagai tantangan yang dihadapi di era digital saat ini, pemahaman tentang risiko dan manajemen keamanan informasi akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan Indonesia. Adopsi dan penerapan kebijakan yang baik dalam hal tata kelola AI dan keamanan siber diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan industri, serta membangun kepercayaan publik dalam penggunaan teknologi canggih. Ini adalah waktu yang tepat bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang di bidang keamanan siber.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Okt 2026, 19.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)