TLDR
Pasar perangkat lunak diperkirakan akan tumbuh, bukan menyusut, meskipun ada kemajuan AI. Pengeluaran TI global diprediksi meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Jevons paradox menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi dapat menyebabkan peningkatan konsumsi, bukan pengurangan. Pomodo.id - Lapangan kerja untuk pengembang perangkat lunak di seluruh dunia diperkirakan akan semakin besar, bukan malah menyusut, meskipun banyak yang berasumsi sebaliknya saat ini. Terlebih lagi, dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin meluas, banyak orang awalnya khawatir bahwa otomatisasi akan menyebabkan pengurangan kebutuhan akan insinyur perangkat lunak. Namun, tren terbaru menunjukkan sebaliknya, dengan proyeksi pertumbuhan pekerjaan di sektor ini diperkirakan mencapai 10% dari 2025 hingga 2035, jauh lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata semua jenis pekerjaan.Alasan di balik pertumbuhan ini berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai paradoks Jevons. Paradoks ini diungkapkan oleh ekonom William Stanley Jevons pada tahun 1865, yang menunjukkan bahwa ketika suatu barang menjadi lebih efisien dan murah digunakan, penggunaannya justru meningkat. Dalam konteks pengembangan perangkat lunak, ini berarti ketika penggunaan kode menjadi lebih mudah dan hemat biaya berkat AI, permintaan untuk pengembang perangkat lunak justru meningkat. Menurut proyeksi, pengeluaran global untuk TI pada tahun 2026 akan mencapai sekitar $6,37 triliun atau sekitar Rp98.000 triliun, naik sebesar 14,2%, yang menandakan pertumbuhan yang signifikan dalam industri ini.Meskipun ada harapan bahwa teknologi akan menggantikan banyak pekerjaan tradisional, bukti saat ini menunjukkan bahwa pekerja dengan keterampilan dalam AI justru lebih tinggi dalam permintaan. Data dari U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa pekerjaan pembangunan perangkat lunak, analis QA, dan pengujian diperkirakan akan tumbuh jauh lebih cepat. Ini mengindikasikan bahwa meskipun AI berpotensi mengotomatiskan beberapa proses, masih diperlukan keahlian manusia untuk merancang, memelihara, dan memperbarui sistem tersebut.
Paradoks Jevons menjelaskan bahwa ketika suatu teknologi menjadi lebih efisien dan murah, hal itu meningkatkan total permintaan terhadap teknologi tersebut. Contohnya, meskipun AI mempermudah pembuatan kode, menyebabkan biaya pengembangan perangkat lunak turun, justru mendorong lebih banyak perusahaan untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi tersebut, yang akhirnya membutuhkan lebih banyak pengembang perangkat lunak untuk memenuhi permintaan.
Perkembangan ini membawa implikasi penting bagi generasi muda di Indonesia. Untuk mahasiswa dan lulusan baru, hal ini berarti bahwa terdapat peluang besar untuk mengembangkan karir di bidang teknologi informasi, terutama jika mereka memiliki keterampilan dalam pengembangan perangkat lunak dan AI. Dalam konteks Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa para pencari kerja yang memiliki keterampilan dalam AI dan teknologi digital akan lebih diperhatikan oleh perusahaan. Ini juga mengarah pada kebutuhan akan pendidikan yang lebih terfokus pada AI dan pemrograman, yang sangat penting di era digital ini.Masyarakat juga harus menyadari bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan komponen yang dapat memperbesar kesempatan mereka di pasar kerja. Di saat yang sama, penting bagi mereka memperbarui keterampilan agar tetap relevan. Sebagai contoh, laporan memaparkan bahwa di tahun 2025, pekerja dengan keterampilan AI memperoleh premi gaji sebesar 56% dibandingkan dengan rekan sejawat yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Ini berarti bahwa berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi dapat membawa imbalan jangka panjang yang signifikan, setara dengan gaji yang didapat seorang pegawai baru dalam industri lainnya.Dengan demikian, meskipun banyak kekhawatiran tentang dampak pengembangan teknologi terhadap pasar kerja, kenyataannya menunjukkan bahwa AI justru membuka lebih banyak peluang pekerjaan dalam bidang pengembangan perangkat lunak. Generasi muda di Indonesia perlu mengikuti perkembangan ini dan mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan tuntutan pasar kerja yang terus berubah.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Nov 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)